LUMINASIA.ID, SPORT - WWE kembali menegaskan ambisinya sebagai hiburan olahraga global dengan menggelar Royal Rumble 2026 di Riyadh, Arab Saudi. Ajang tahunan bergengsi ini untuk pertama kalinya dalam sejarah berlangsung di luar Amerika Utara, menandai babak baru ekspansi internasional WWE sekaligus mengukuhkan Timur Tengah sebagai pasar strategis industri sports entertainment dunia.
Royal Rumble edisi ke-39 bukan hanya menjadi pintu pembuka Road to WrestleMania 42, tetapi juga simbol perubahan arah bisnis WWE yang semakin agresif menjangkau audiens lintas benua. Pemilihan King Abdullah Financial District sebagai lokasi acara memperlihatkan kolaborasi erat antara WWE dan Arab Saudi dalam menghadirkan event hiburan berskala global, sejalan dengan visi negara tersebut untuk menjadi pusat sport dan entertainment internasional.
Dari sisi kompetisi, Royal Rumble 2026 tetap mempertahankan daya tarik utamanya melalui dua laga 30 peserta putra dan putri, dengan hadiah tiket emas menuju WrestleMania. Namun perhatian publik tidak hanya tertuju pada perebutan peluang gelar dunia, melainkan juga pada laga penuh risiko antara AJ Styles dan Gunther. Pertandingan ini memiliki konsekuensi besar karena Styles harus mengakhiri karier in-ring-nya jika kembali kalah dari Gunther, yang dikenal sebagai pegulat dengan reputasi menghentikan legenda-legenda besar.
Kejuaraan utama WWE juga akan dipertaruhkan saat Drew McIntyre menghadapi Sami Zayn dalam laga perebutan WWE Championship. Duel ini dipandang sebagai ujian legitimasi bagi kedua pegulat, terutama di tengah regenerasi bintang WWE yang semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Dari sisi distribusi siaran, Royal Rumble 2026 mencerminkan perubahan lanskap media global. Di Amerika Serikat, acara ini ditayangkan melalui ESPN Unlimited, sementara penonton internasional dapat menyaksikannya secara langsung melalui Netflix. Strategi ini menunjukkan pergeseran WWE dalam memanfaatkan platform streaming raksasa untuk memperluas jangkauan audiens global, sekaligus menyesuaikan diri dengan kebiasaan menonton generasi baru.
Perbedaan waktu akibat lokasi penyelenggaraan membuat acara ini tayang lebih awal bagi penonton Amerika, namun justru menjadi prime time di kawasan Timur Tengah dan sebagian Asia. Hal ini semakin menegaskan bahwa WWE kini tidak lagi berfokus pada satu pasar utama, melainkan mengedepankan pendekatan global-first.
Dengan kombinasi pertarungan berisiko tinggi, deretan bintang lintas generasi, serta strategi ekspansi internasional yang matang, WWE Royal Rumble 2026 bukan sekadar ajang gulat tahunan. Event ini menjadi penanda bagaimana WWE memosisikan diri sebagai kekuatan hiburan global yang melampaui batas geografis, budaya, dan model siaran tradisional.

