Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Meriyati Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Penjaga Nilai Integritas di Balik Jenderal Hoegeng

Jumat, 6 Februari 2026 16:48
Editor: diku
  • Bagikan
Meriyati Hoegeng (Detik)

LUMINASIA.ID, NASIONAL - Kepergian Meriyati Hoegeng pada usia 100 tahun menutup satu bab penting dalam sejarah keteladanan moral di Indonesia. Dikenal luas sebagai istri Jenderal Hoegeng Imam Santoso, Meriyati atau yang akrab disapa Eyang Meri selama puluhan tahun justru memilih hidup jauh dari sorotan, meski berdampingan dengan salah satu figur paling berintegritas dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia.

Di balik reputasi Jenderal Hoegeng sebagai polisi lurus yang tak bisa dibeli, Meriyati Hoegeng memegang peran sunyi namun menentukan. Ia dikenal konsisten menjaga gaya hidup sederhana keluarga, menolak berbagai fasilitas negara yang dianggap berlebihan, serta menanamkan prinsip kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. Kesederhanaan itu tetap dijaga bahkan setelah sang suami tak lagi menjabat sebagai Kepala Polri dan memasuki masa pensiun dini pada 1971.

Dalam berbagai kesempatan, keluarga dan kerabat menyebut Meriyati sebagai sosok yang teguh memegang nilai, namun lembut dalam bersikap. Ia tidak pernah tampil sebagai figur publik yang vokal, tetapi kehadirannya menjadi penopang moral bagi Hoegeng ketika menghadapi tekanan politik akibat pengusutan kasus-kasus besar yang melibatkan elite berpengaruh pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an.

Meriyati Hoegeng juga dikenal sebagai pengingat bahwa integritas bukan sekadar sikap di ruang publik, melainkan pilihan hidup sehari-hari. Prinsip itu tercermin dari caranya membesarkan anak-anak, mengelola rumah tangga, hingga menyikapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai dasar yang diyakininya. Hingga usia lanjut, ia tetap hidup bersahaja dan menolak diperlakukan istimewa.

Wafatnya Meriyati Hoegeng bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga simbol berakhirnya generasi penjaga nilai yang jarang bersuara namun kuat dalam teladan. Di tengah perbincangan publik tentang krisis etika dan kepercayaan terhadap institusi negara, sosok Eyang Meri mengingatkan bahwa integritas sering kali lahir dan dijaga dari ruang paling sunyi: rumah dan keluarga.

Tags: Meriyati Hoegeng

Populer

  • 1
    Harga Emas Hari Ini: Antam Rp2,9 Juta per Gram
  • 2
    Harga Emas Hari Ini Naik, 1 Gram Antam Tembus Rp2,94 Juta
  • 3
    Harga Emas Hari Ini, Antam Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • 4
    Libur Lebaran 2026 Jadi 7 Hari, Nyepi dan Cuti Bersama Picu Lonjakan Mudik
  • 5
    Hasil Super Bowl: Seattle Seahawks Kalahkan New England Patriots 29-13 di Levi’s Stadium

Ekonomi

  • Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp7.000, 1 Gram Kini Rp2,947 Juta
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp7.000, 1 Gram Kini Rp2,947 Juta
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Gantikan Otto Ardianto, Hermanto Terpilih Komisaris Utama SPJM
    Gantikan Otto Ardianto, Hermanto Terpilih Komisaris Utama SPJM

Peristiwa

  • Makna di Balik Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026: Panduan Atur Ritme Ibadah Sejak Dini
    Makna di Balik Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026: Panduan Atur Ritme Ibadah Sejak Dini
  • Kepergian Romi The Jahat dan Warisan Perlawanan di Musik Punk Indonesia
    Kepergian Romi The Jahat dan Warisan Perlawanan di Musik Punk Indonesia
  • Lewat Program Candi Positif, Pertamina Perkuat Layanan Kesehatan Terintegrasi Masyarakat Pesisir
    Lewat Program Candi Positif, Pertamina Perkuat Layanan Kesehatan Terintegrasi Masyarakat Pesisir
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID