LUMINASIA.ID, SPORT - Amerika Serikat memastikan diri tetap menjadi kekuatan utama di cabang figure skating beregu Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Kepastian itu datang lewat penampilan pamungkas Ilia Malinin dalam nomor tunggal putra free skate yang menjadi penentu perebutan emas.
Dilansir Yahoo Sport, memasuki segmen terakhir kompetisi, Amerika Serikat dan Jepang berada dalam posisi imbang 59 poin. Tekanan pun sepenuhnya berada di pundak Malinin. Skater berusia 21 tahun yang dijuluki “Quad God” itu tampil berani dengan rencana lima lompatan quadruple. Ia menutup programnya dengan nilai 200,03, cukup untuk menahan ancaman wakil Jepang Shun Sato yang membukukan 194,86.
Sempat muncul kekhawatiran ketika Sato menghadirkan performa hampir sempurna yang membuat publik menahan napas. Namun keunggulan teknis Malinin membuat bendera Amerika tetap berkibar di posisi teratas. Jepang harus puas membawa pulang perak, sementara tuan rumah Italia merebut perunggu.
Kemenangan ini terasa penting karena menunjukkan kedalaman skuad Negeri Paman Sam. Gelar tidak hanya lahir dari satu nomor, melainkan akumulasi kontribusi sejak hari pertama hingga penentuan di free skate putra.
Sebelum Malinin naik es, Amber Glenn lebih dulu menyumbang poin penting lewat posisi ketiga di tunggal putri. Atlet berusia 26 tahun itu mencatat sejarah sebagai perempuan tertua dari AS yang tampil di nomor tersebut dalam hampir satu abad, sekaligus menjadi atlet LGBTQ terbuka pertama dari negaranya di panggung Olimpiade. Meski mengaku tidak sepenuhnya puas dengan penampilannya, ia tetap mengamankan delapan poin bagi tim.
Di nomor pasangan, Ellie Kam dan Danny O’Shea finis keempat dan memberi tambahan tujuh poin. Sementara Madison Chock dan Evan Bates kembali menunjukkan kelasnya di ice dance. Duet juara dunia itu menyapu bersih penampilan mereka sepanjang akhir pekan dan menjadi fondasi penting yang menjaga Amerika tetap dalam jalur perebutan emas.
Hasil ini membuat Amerika Serikat sukses mempertahankan supremasi di nomor beregu, melanjutkan tradisi kemenangan yang sudah mereka rasakan pada edisi sebelumnya. Dengan momentum tersebut, para skater AS kini mengalihkan fokus ke nomor individual yang akan segera dimulai dalam beberapa hari ke depan, dengan Malinin serta pasangan Chock/Bates kembali dipandang sebagai kandidat terkuat untuk naik podium tertinggi.
Jika melihat cara mereka melewati momen penentuan yang begitu ketat, kepercayaan diri tim Amerika tampaknya belum akan surut dalam waktu dekat.

