LUMINASIA.ID, SPORT - Oklahoma City Thunder menunjukkan karakter tim muda yang lapar kemenangan saat menumbangkan Los Angeles Lakers 119-110 di Crypto.com Arena, Senin malam waktu setempat. Sempat berada dalam tekanan, OKC meledak di kuarter keempat dan menutup laga dengan performa meyakinkan untuk menghentikan dua kekalahan beruntun.
Kunci kebangkitan Thunder datang dari energi unit kedua. Isaiah Joe, yang mendapat tanggung jawab lebih besar selama Shai Gilgeous-Alexander absen karena cedera perut, kembali membuktikan diri sebagai sumber poin instan. Guard berusia 26 tahun itu menyumbang 19 poin hanya dalam 27 menit dari bangku cadangan, lengkap dengan tiga rebound, dua assist, dan dua steal.
Salah satu momen yang membakar semangat tim terjadi di kuarter kedua. Joe melakukan cutting tajam ke ring, menerima umpan give-and-go dari Isaiah Hartenstein, lalu menuntaskannya dengan dunk dua tangan sambil melayang melewati LeBron James. Aksi tersebut memicu reaksi heboh, termasuk dari rekan setimnya Alex Caruso, dan menjadi bahan bakar emosi bagi OKC hingga akhir pertandingan.
Absennya Gilgeous-Alexander memang menyisakan lubang besar, tetapi Thunder menemukan cara bertahan lewat kontribusi kolektif. Joe bersama Caruso, Ajay Mitchell, dan Aaron Wiggins menjaga intensitas permainan tetap tinggi ketika para starter beristirahat. Tekanan pertahanan dan transisi cepat mereka perlahan menggerus perlawanan Lakers.
Tambahan tenaga juga datang dari kembalinya Jalen Williams. Meski baru pulih dari cedera hamstring yang membuatnya menepi selama 10 pertandingan, Williams langsung memimpin daftar skor tim dengan 23 poin. Kehadirannya memberi variasi serangan sekaligus kepercayaan diri ekstra bagi skuad muda OKC.
Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting sebelum Thunder melanjutkan jadwal menghadapi Phoenix Suns pada Rabu. Setelah itu, mereka akan menikmati jeda yang sangat dibutuhkan, sembari menunggu bintang utama mereka kembali merumput selepas All-Star Weekend.
Tanpa pemain terbaiknya, Thunder membuktikan satu hal: kedalaman skuad dan semangat kolektif mampu menjaga mereka tetap berbahaya bagi siapa pun.

