LUMINASIA.ID, SPORT - Chloe Kim kembali menunjukkan kelasnya di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Namun kali ini, sorotan tak hanya soal ambisinya mencetak hat-trick emas, melainkan juga momen emosional yang menyelimuti arena setelah pesaing sekaligus sahabatnya, Liu Jiayu, mengalami kecelakaan serius di babak kualifikasi.
Di Livigno Snow Park, Rabu (11/2), Kim tampil sebagai pemuncak klasemen kualifikasi setelah mencatat nilai tinggi 90,25 pada percobaan pertamanya. Atlet Amerika Serikat itu tampil meyakinkan meski sebelumnya sempat diragukan kebugarannya usai mengalami dislokasi bahu beberapa pekan lalu. Dengan senyum lebar di garis akhir, Kim memberi sinyal bahwa ia masih menjadi standar tertinggi nomor halfpipe putri.
Akan tetapi, atmosfer kompetisi berubah drastis menjelang akhir sesi. Liu Jiayu, peraih perak di PyeongChang 2018 dan salah satu figur paling berpengalaman di lintasan, terjatuh keras. Proses evakuasi membuat pertandingan sempat terhenti, sebelum akhirnya Liu dibawa keluar arena dengan tandu. Beberapa atlet terlihat terpukul, termasuk Kim yang raut wajahnya berubah serius saat memasuki mixed zone.
Insiden itu menjadi pengingat betapa tipisnya batas antara kejayaan dan risiko dalam olahraga ekstrem. Di tengah gemuruh penonton dan ambisi memahat sejarah, para rider tetap berdamai dengan kemungkinan terburuk setiap kali meluncur.
Secara hasil, di belakang Kim ada wakil Jepang Shimizu Sara dengan 87,50, disusul rekan senegaranya Maddie Mastro yang membukukan 86,00. Nama muda Korea Selatan, Choi Gaon, juga memastikan tempat di final dan menegaskan munculnya generasi baru penantang dominasi lama.
Final halfpipe putri dijadwalkan berlangsung pada 12 Februari malam waktu setempat. Kim memang selangkah lebih dekat dengan rekor tiga emas beruntun, tetapi bayang-bayang kondisi Liu membuat banyak orang menyadari bahwa cerita Olimpiade bukan hanya soal angka di papan skor. Ini juga tentang persahabatan, empati, dan harapan agar semua atlet bisa pulang dengan selamat.

