LUMINASIA.ID, NASIONAL - Program Mudik Gratis Jasa Raharja kembali hadir menjelang Ramadan dan Lebaran 2026. Jika sebagian pihak menyoroti momen pembukaan pendaftaran yang kerap memicu “perang tiket”, ada sisi lain yang tak kalah penting: bagaimana program ini menjadi strategi negara menekan kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pemudik.
Dilansir Suara.com, sejak beberapa tahun terakhir, arus mudik selalu identik dengan lonjakan penggunaan sepeda motor. Moda ini memang murah dan fleksibel, tetapi memiliki risiko kecelakaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan transportasi massal. Melalui mudik gratis, Jasa Raharja berupaya mengalihkan pemudik ke bus, kereta, atau kapal sehingga potensi fatalitas di jalan bisa ditekan.
Direktur utama Jasa Raharja dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar berbagi tiket, melainkan memberi perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Pemudik yang sebelumnya nekat membawa anak kecil dengan motor ratusan kilometer, kini memiliki alternatif yang lebih manusiawi.
Program ini juga berdampak pada kelancaran arus kendaraan. Semakin banyak masyarakat beralih ke transportasi bersama, semakin berkurang beban jalan raya. Efek dominonya adalah waktu tempuh yang lebih terkendali serta berkurangnya titik rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama di jalur-jalur favorit menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Di sisi lain, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan akan transportasi mudik yang terjangkau masih sangat besar. Kuota yang biasanya cepat habis menjadi sinyal bahwa program semacam ini perlu terus diperluas, baik dari segi jumlah armada maupun kota tujuan.
Dengan pendaftaran yang resmi dibuka hari ini, masyarakat diimbau menyiapkan data diri dengan benar serta mengikuti prosedur yang berlaku. Ketelitian saat mendaftar bisa menjadi penentu keberhasilan mendapatkan kursi, mengingat persaingan dipastikan ketat.
Lebih dari sekadar perjalanan pulang kampung, mudik gratis Jasa Raharja telah berkembang menjadi instrumen keselamatan publik. Harapannya, semakin banyak pemudik tiba di kampung halaman dengan selamat, sehingga momen Lebaran benar-benar menjadi waktu berkumpul yang penuh kebahagiaan, bukan duka di jalan.

