LUMINASIA.ID, MILAN — Persaingan figure skating putri pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara Jepang dan Amerika Serikat, dengan generasi baru atlet muda yang siap merebut panggung dunia. Sorotan utama tertuju pada upaya Jepang mempertahankan dominasi teknik dan konsistensi, sementara Amerika Serikat datang dengan momentum juara dunia terbaru.
Dilansir website resmi Olympics, tiga kali juara dunia asal Jepang, Kaori Sakamoto, menjadi figur sentral dalam perebutan emas. Peraih perunggu Olimpiade Beijing 2022 itu datang ke Milan dengan satu target yang belum pernah ia raih: medali emas Olimpiade. Meski bukan juara dunia 2025, Sakamoto menunjukkan performa stabil sepanjang musim dan bahkan mengungguli para rivalnya dalam nomor beregu di awal Olimpiade.
Di sisi lain, Amerika Serikat membawa Alysa Liu sebagai andalan utama. Liu, yang menjuarai Kejuaraan Dunia 2025 dan Grand Prix Final, tampil sebagai penantang serius. Ia dikenal dengan program artistik yang kuat dan teknik yang semakin matang, menjadikannya simbol kebangkitan generasi baru skater Amerika. Rekannya, Amber Glenn, juga berpeluang mengincar podium meski masih dibayangi inkonsistensi performa di kompetisi besar.
Dominasi dua negara ini semakin terasa karena hampir seluruh finalis Grand Prix Final 2025 berasal dari Jepang dan Amerika Serikat. Jepang juga diperkuat oleh Mone Chiba dan Ami Nakai. Chiba merupakan peraih perunggu dunia, sedangkan Nakai muncul sebagai kuda hitam setelah performa impresif musim 2025–2026, termasuk kemenangan di Grand Prix Prancis.
Namun, persaingan tidak hanya akan ditentukan oleh dua kekuatan besar tersebut. Atlet muda Adeliia Petrosian yang tampil sebagai Individual Neutral Athlete berpotensi menjadi pengganggu. Skater berusia 18 tahun itu memiliki kemampuan melakukan lompatan quadruple yang bisa memberikan nilai teknis tinggi, sesuatu yang jarang dimiliki pesaing di nomor putri.
Kompetisi figure skating putri berlangsung dalam dua segmen: program pendek dan free skate. Skor dari kedua segmen akan digabung untuk menentukan pemenang. Program pendek dijadwalkan pada 17 Februari, sementara free skate yang menentukan medali digelar 19 Februari di Milano Ice Skating Arena.
Dengan kombinasi rivalitas klasik Jepang–Amerika dan munculnya generasi muda berbakat dari berbagai negara, nomor figure skating putri di Milano Cortina 2026 diprediksi menjadi salah satu tontonan paling dramatis di Olimpiade Musim Dingin tahun ini.

