LUMINASIA.ID, BOLA - AC Milan menghadapi ujian konsistensi saat menjamu Como dalam laga tunda pekan ke-24 Serie A di San Siro, Kamis dini hari WIB. Pertandingan yang sempat ditunda karena persiapan pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026 ini kini menjadi momen penting bagi Rossoneri untuk menjaga tekanan terhadap pemuncak klasemen Inter.
Milan datang dengan catatan impresif, belum terkalahkan di Serie A sejak pekan pembuka musim. Tim asuhan Stefano Pioli menjadi satu-satunya pesaing yang masih mampu mengikuti laju Inter di puncak setelah meraih empat kemenangan dalam lima laga terakhir. Kemenangan atas Como akan mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat scudetto sekaligus menjaga momentum menjelang fase krusial musim.
Kembalinya Rafael Leao ke lini depan menjadi sorotan utama. Winger asal Portugal itu akan berduet dengan Christopher Nkunku, yang musim ini semakin tajam dan konsisten sebagai mesin gol. Di lini tengah, Milan menampilkan kombinasi pengalaman dan energi dengan trio Luka Modric, Samuele Ricci, dan Ardon Jashari. Namun, absennya Adrien Rabiot karena skorsing serta kondisi Christian Pulisic dan Ruben Loftus-Cheek yang belum sepenuhnya fit menjadi tantangan tersendiri bagi tuan rumah.
Di sisi lain, Como datang dengan ambisi besar meski berstatus tim promosi musim lalu. Di bawah pelatih Cesc Fabregas, klub tersebut berkembang menjadi kuda hitam yang berani menantang tim besar. Keberhasilan menyingkirkan Napoli di Coppa Italia melalui adu penalti pekan lalu meningkatkan kepercayaan diri mereka, apalagi mereka akan menghadapi Inter di semifinal bulan depan.
Meski demikian, performa Como di liga domestik sedikit menurun. Hasil imbang tanpa gol melawan Atalanta dan kekalahan mengejutkan 1-2 dari Fiorentina menjadi sinyal inkonsistensi. Absennya Alvaro Morata akibat kartu merah serta cedera beberapa pemain membuat Fabregas harus mengandalkan kreativitas Martin Baturina dan Nico Paz di lini serang. Paz diproyeksikan sebagai ujung tombak dalam skema yang lebih fleksibel dengan dukungan Maxence Caqueret untuk menambah kekuatan fisik.
Secara historis, Como belum mampu menandingi Milan sejak kembali ke Serie A pada 2024. Mereka selalu kalah dalam tiga pertemuan terakhir, termasuk kekalahan 1-3 di kandang sendiri pada Januari lalu. Namun, status sebagai tim underdog justru memberi Como ruang untuk tampil tanpa tekanan, sementara Milan menghadapi tuntutan kemenangan demi menjaga asa juara.
Laga ini pun menjadi pertemuan dua tim dengan motivasi berbeda: Milan berjuang mempertahankan perburuan gelar, sementara Como ingin membuktikan bahwa proyek ambisius mereka mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Italia. Pertandingan di San Siro dipastikan berlangsung intens, dengan kedua tim sama-sama membawa misi penting untuk perjalanan musim mereka.

