Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

Autopsi Ungkap Luka Bakar di Tubuh Bocah 12 Tahun di Sukabumi

Sabtu, 21 Februari 2026 14:56
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Seorang anak laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh ditemukan sejumlah luka lebam dan bakar.

LUMINASIA.ID – Seorang anak laki-laki berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia dengan kondisi tubuh ditemukan sejumlah luka lebam dan bakar.

Hasil autopsi yang dilakukan tim forensik mengungkap adanya luka bakar pada hampir seluruh bagian tubuh korban.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, menyampaikan bahwa proses autopsi dilakukan setelah pihaknya menerima permintaan resmi dari Polres Sukabumi.

"Kami dari RS Bhayangkara Tingkat II Kota Sukabumi menerima laporan dari Polres Sukabumi pada Kamis malam. Jenazah kami terima pada Jumat dini hari, dan hari ini dokter forensik melakukan autopsi," kata Carles kepada awak media, Jumat (20/2/2026).

Dari pemeriksaan awal, tim forensik menemukan luka bakar pada beberapa bagian tubuh, termasuk anggota gerak, punggung, hingga area wajah.

"Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas," ujarnya.

Ia menjelaskan, sebaran luka bakar juga terlihat pada lengan, paha, kaki, dan tangan korban.

"Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar," ucapnya.

Meski terdapat luka bakar, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena secara teori luka tersebut tidak serta-merta menyebabkan kematian.

"Penyebab kematian masih belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," katanya.

Proses autopsi berlangsung sekitar 2,5 hingga 3 jam dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap organ dalam serta pengambilan sampel untuk uji laboratorium lanjutan.

"Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diautopsi dan kami melakukan pemeriksaan laboratorium yang dikirim ke Jakarta. Kami sedang menunggu hasil untuk mengetahui apakah ada zat-zat lain di dalam organ," jelasnya.

Organ yang diperiksa dan dikirim untuk pengujian di antaranya jantung dan paru-paru, di mana pada pemeriksaan awal ditemukan adanya pembengkakan ringan.

"Jantung dan paru-paru kami periksa karena ada sedikit membengkak. Belum tahu apakah itu karena korban punya penyakit sebelumnya atau tidak," tambahnya.

Tim forensik juga memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban.

"Untuk kekerasan tumpul tidak ada," tegasnya.

Sementara itu, luka pada bagian bibir atas dan dekat hidung disebut sebagai luka lama sehingga belum dapat dipastikan penyebabnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum karena melibatkan korban anak di bawah umur.

"Ini memang jadi perhatian karena seorang anak (jadi korban) yang kita juga sangat sayangkan," pungkas Carles.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Sukabumi menyatakan masih mendalami kasus kematian bocah tersebut untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya korban.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, menuturkan bahwa autopsi dilakukan untuk mengklarifikasi berbagai dugaan yang berkembang.

"Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi," jelas Hartono, Jumat (20/2/2026).

Kulit Korban Melepuh

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), yang saat itu sedang bekerja memasang gigi di Kota Sukabumi sebelum menerima telepon dari istrinya untuk segera pulang.

"Saya ditelepon, 'pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas'. Itu kata istri saya," ujar Anwar.

Setibanya di rumah, Anwar mengaku terkejut melihat kondisi anaknya karena kulit NS telah melepuh di sejumlah bagian tubuh dan terdapat beberapa luka lebam.

"Pas sampai di rumah saya kaget kondisi anak saya sudah pada melepuh. Saya tanya kenapa? Dia (istri) jawab, ini kan sakit panas, makanya melepuh," tuturnya.

Awalnya Anwar mengira luka tersebut akibat demam biasa sehingga ia sempat berniat membeli salep untuk penanganan awal.

Pada siang harinya, NS kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Di tengah proses tersebut, seorang kerabat datang dan menanyai korban terkait penyebab luka yang dialaminya.

"Ditanya lah, ngaku dikasih minum air panas (oleh ibu tirinya). Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal," kata Anwar.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami keterangan para saksi dan menunggu hasil laboratorium forensik guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

Tags: ibu tiri Kabupaten Sukabumi

Populer

  • 1
    Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
  • 2
    PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
  • 3
    Cara Klaim Garansi Motor Honda di AHASS Mesin hingga Rangka, Ini Syarat dan Langkahnya
  • 4
    Gratis untuk Umum, Honda Bikers Day 2026 di Akkarena Bakal Hadirkan Last Child dan Ridwan Sau
  • 5
    SMAN 2 Makassar Juara Best Supporter, SMAN 5 Supporter Tervaforit di DBL Sulsel 2026

Ekonomi

  • OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
    OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
  • Kepala BPKAD: Alokasi BPJS Kesehatan Bertambah Rp30 Miliar di APBD Perubahan
    Kepala BPKAD: Alokasi BPJS Kesehatan Bertambah Rp30 Miliar di APBD Perubahan
  • Semarak Hari Pelindo ke-5, Regional 4 Perkuat Semangat Kepedulian dengan DOnor Darah
    Semarak Hari Pelindo ke-5, Regional 4 Perkuat Semangat Kepedulian dengan DOnor Darah

Peristiwa

  • Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
    Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID