LUMINASIA.ID, JAKARTA – Tayangan Ramadan di televisi nasional kembali diramaikan dengan hadirnya sinetron “Banyak Jalan Menuju Surga” yang mengusung pendekatan berbeda dalam menyampaikan pesan religi. Alih-alih hanya menonjolkan drama spiritual yang berat, produksi MNC Pictures ini justru menampilkan perjalanan taubat yang realistis, penuh rintangan, sekaligus dibalut komedi ringan yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Dilansir Inews, Sinetron yang tayang di RCTI sepanjang Ramadan 2026 ini menyoroti perjalanan tiga sahabat dengan masa lalu kelam yang berusaha memperbaiki diri. Karakter Soleh, Kobar, dan Dadang diperankan oleh Fajar Nuca, Gianluigi, dan Abdur Arsyad. Ketiganya mencoba menapaki jalan hijrah, namun proses perubahan itu digambarkan tidak instan dan penuh ujian, sebagaimana realitas yang dihadapi banyak orang.
Fajar Nuca menjelaskan bahwa cerita sinetron ini menyoroti perjuangan tiga pemuda yang berusaha kembali ke jalan yang benar meski terus menghadapi hambatan. Ia menilai kisah tersebut dekat dengan kehidupan masyarakat yang sering kali harus berjuang keras untuk memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan di masa lalu.
Pendekatan realistis juga ditegaskan oleh Abdur Arsyad yang memerankan Dadang. Menurutnya, sinetron ini mencoba menghadirkan gambaran jujur tentang proses taubat yang tidak selalu berjalan mulus. Ia menyebut ada orang yang perjalanannya lancar, namun tidak sedikit pula yang harus melalui jalan berkerikil sebelum benar-benar berubah.
Menariknya, kekuatan sinetron ini juga terletak pada unsur komedi yang dibawa para pemain. Meski tidak pernah terlibat dalam satu proyek bersama sebelumnya, ketiganya mampu membangun chemistry yang natural. Latar belakang mereka sebagai komedian menghadirkan dinamika humor yang terasa spontan dan segar, sehingga pesan moral yang disampaikan tidak terasa menggurui.
Gianluigi mengungkapkan bahwa hubungan antar pemain sebenarnya tidak terlalu dekat sebelum proyek ini dimulai. Namun justru dari proses kerja bersama itulah terbangun interaksi yang terasa autentik di layar, membuat karakter mereka tampak hidup dan relatable bagi penonton.
Di balik unsur hiburan, sinetron ini juga menekankan pentingnya memberi kesempatan kedua bagi setiap individu. Pesan tersebut menjadi benang merah yang mengikat perjalanan tiga tokoh utama, sekaligus mengajak penonton untuk tidak mudah menghakimi orang lain yang sedang berusaha berubah.
Melalui kombinasi drama religi, komedi, dan kisah persahabatan, “Banyak Jalan Menuju Surga” diharapkan menjadi tontonan Ramadan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan realitas kehidupan. Sinetron ini mencoba menunjukkan bahwa perubahan menuju kebaikan adalah proses panjang yang membutuhkan keberanian menghadapi masa lalu, dukungan lingkungan, serta kesempatan kedua dari sesama manusia.

