LUMINASIA.ID, BOLA - Bali United menunjukkan efektivitas permainan saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada laga penutup matchday ke-22 Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2/2026). Meski PSIM mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tim tamu justru unggul lebih dulu melalui penyelesaian klinis Thijmen Goppel pada menit ke-34.
Sejak awal pertandingan, PSIM Yogyakarta tampil berani dan mampu menekan lini belakang Bali United. Fahreza Sudin hampir membuka keunggulan pada menit kesembilan setelah menerima umpan backheel Nermin Haljeta, namun tendangannya hanya membentur mistar gawang. Peluang tersebut menjadi sinyal dominasi awal Laskar Mataram yang berusaha memanfaatkan dukungan penuh suporter tuan rumah.
Bali United tidak tinggal diam. Serangan cepat yang dipimpin Boris Kopitovic dan Irfan Jaya beberapa kali mengancam pertahanan PSIM. Pada menit ke-14, kiper muda PSIM Cahya Supriadi tampil sigap dengan menggagalkan tendangan keras Kopitovic. Tiga menit kemudian, Bali United mendapat kesempatan emas melalui tendangan bebas Irfan Jaya, namun eksekusinya masih membentur pagar betis.
PSIM kembali mendapatkan peluang pada menit ke-20 saat Fahreza Sudin menyundul bola di dalam kotak penalti Bali United. Namun upaya tersebut berhasil diamankan kiper Mike Hauptmeijer yang tampil solid di bawah mistar. Upaya PSIM yang terus menekan justru meninggalkan celah di lini belakang.
Momentum itu dimanfaatkan Bali United pada menit ke-34. Sebuah serangan rapi diakhiri dengan umpan cut back ke dalam kotak penalti yang disambut Thijmen Goppel. Dengan penyelesaian tenang, ia berhasil menaklukkan Cahya Supriadi dan membawa Serdadu Tridatu unggul 1-0.
Gol tersebut menegaskan perbedaan efektivitas kedua tim. PSIM yang lebih sering mengancam gagal memaksimalkan peluang, sementara Bali United mampu mengonversi satu kesempatan emas menjadi gol pembuka. Hingga babak pertama berakhir, keunggulan Bali United bertahan, menempatkan tuan rumah dalam tekanan untuk bangkit pada paruh kedua pertandingan.

