Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Perbankan Sulsel Didorong Terapkan GRC, LPS Perkuat Kolaborasi dengan OJK

Selasa, 28 April 2026 22:52
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS III wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) memperkuat sinergi dengan industri perbankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

LUMINASIA.ID - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan LPS III wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) memperkuat sinergi dengan industri perbankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi LPS bersama perbankan yang bertujuan mendorong penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) guna mempercepat inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar di Makassar, Selasa (28/4/2026) ini dihadiri oleh asosiasi perbankan serta pimpinan industri jasa keuangan di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Forum ini menjadi ruang strategis bagi LPS, OJK, dan pelaku industri perbankan untuk memperkuat kolaborasi dalam menjawab tantangan inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan (unbanked).

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menegaskan bahwa penguatan GRC merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Penerapan GRC bukan lagi sekadar instrumen pendukung, melainkan telah menjadi core strategic capability bagi setiap institusi perbankan untuk memastikan kepatuhan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan ketahanan industri,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat dan berintegritas melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta kepatuhan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulampua, Fuad Zaen, menekankan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam mendorong inklusi keuangan.

“Dalam rangka memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk menyimpan uang di bank, LPS tidak dapat bekerja sendiri. Peran perbankan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan dana secara prudent dan penerapan tata kelola yang baik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah per bank dengan memenuhi syarat 3T, sebagai bentuk perlindungan sekaligus upaya menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan.

Dalam kegiatan tersebut, tiga narasumber turut memberikan pemaparan kepada peserta.

Dari LPS, Iona Hiroshi Yuki Rombot selaku Kepala Tim Pengelolaan Single Customer View (SCV) Bank I menyoroti pentingnya implementasi SCV sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan infrastruktur data perbankan.

Menurutnya, SCV berperan penting dalam mendukung proses penjaminan simpanan yang cepat dan akurat, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan serta mencegah potensi kepanikan nasabah.

Sementara itu, Amirudin Muhidu dari OJK Sulsel-Sulbar memaparkan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui penerapan tata kelola yang baik serta perlindungan konsumen.

Ia menekankan bahwa peningkatan inklusi keuangan harus diiringi dengan peningkatan literasi masyarakat, mengingat masih adanya kesenjangan yang berpotensi menimbulkan risiko pengelolaan keuangan maupun kejahatan finansial.

Selain itu, OJK juga mendorong penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas, termasuk penyampaian informasi produk yang jelas, pencegahan praktik mis-selling, serta penguatan keamanan data dan transaksi.

Adapun praktisi GRC, Sulad Sri Hardanto, menjelaskan bahwa penerapan GRC dapat membantu perbankan dalam mengembangkan inovasi sekaligus menutup celah kecurangan dan ancaman siber.

Ia menilai implementasi GRC perlu diiringi dengan pembangunan budaya sadar risiko, sehingga tidak hanya sistem yang diperkuat, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“GRC tidak hanya berfungsi sebagai alat mitigasi risiko, tetapi juga menjadi sarana untuk mengubah risiko menjadi peluang dalam memperluas inklusi keuangan,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 54 kantor cabang bank umum dan 27 bank perkreditan rakyat (BPR/BPRS) di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Selain itu, sejumlah asosiasi perbankan seperti Perbanas, Perbarindo, Asbisindo, dan Himbarsi juga turut hadir sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan di wilayah Sulampua.

Melalui kegiatan ini, LPS berharap sinergi dengan OJK dan industri perbankan dapat semakin kuat, sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara lebih luas.

Tags: LPS OJK

Baca Juga

OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
OJK Dorong Satu Pintu Pelaporan untuk Perangi Penipuan Digital
LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
LPS Libatkan 100 Guru untuk Bangun Kebiasaan Menabung Pelajar Sulsel
OJK Fokus Kembangkan Keuangan Digital untuk Perkuat Ekonomi Nasional
OJK Fokus Kembangkan Keuangan Digital untuk Perkuat Ekonomi Nasional
OJK Terbitkan Aturan Baru EBA-SP, Perkuat Pembiayaan Sekunder Perumahan
OJK Terbitkan Aturan Baru EBA-SP, Perkuat Pembiayaan Sekunder Perumahan
LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Palopo
LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di Palopo
Judi Online Makin Mudah Diakses, Pelajar Harus Lebih Waspada!
Judi Online Makin Mudah Diakses, Pelajar Harus Lebih Waspada!

Populer

  • 1
    LENGKAP! Jalannya Pertandingan Zion Vs Rajawali, Antar Zion Jadi Threepeat DBL South Sulawesi
  • 2
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • 3
    Dari Hutan Desa Nuha ke Tangan Gen Z, Anyaman Teduhu Selamat dari Kepunahan
  • 4
    Pelindo Jasa Maritim Evaluasi Layanan Pemanduan dan Penundaan Kapal di Perairan Bontang
  • 5
    Profil Siti Fahrani Andalan SMAN 2 Makassar, Raih MVP Putri Honda DBL South Sulawesi 2026

Ekonomi

  • VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih  BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
    VIRAL Haji Isam Bakal Ambil Alih BCA, Ini Kata Manajemen Bank Central Asia
  • Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
    Asmo Sulsel Kenalkan Layanan Group Customer hingga Service Kunjung di KIMA
  • Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal
    Pelindo Jasa Maritim Cek Kesiapan STS Nipa, Pastikan Layanan Maritim di Perbatasan Tetap Andal

Peristiwa

  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
    Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Korupsi Persetujuan Bangunan Gedung
  • Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
    Cuaca Besok di Sulsel 19 September 2026, BMKG Peringatkan Angin Kencang
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID