LUMINASIA.ID, BOLA - Pekan ke-26 Serie A 2025/2026 ditutup dengan dua laga penting yang bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pertarungan nasib di papan bawah dan strategi menuju kompetisi Eropa. Fiorentina menjamu Pisa dalam derby Tuscany yang sarat tekanan degradasi, sementara Bologna menghadapi Udinese dengan pendekatan rotasi demi menjaga peluang di kompetisi kontinental.
Sorotan utama tertuju pada duel Fiorentina kontra Pisa di Stadion Artemio Franchi. Kedua tim saat ini berada di zona merah, menjadikan pertandingan ini sebagai duel krusial untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia. Fiorentina memiliki peluang keluar dari zona degradasi apabila meraih kemenangan, karena tambahan tiga poin akan membuat mereka menyamai perolehan Lecce dan Cremonese di batas aman. Sebaliknya, Pisa masih terdampar di dasar klasemen dengan 15 poin dan menghadapi tekanan besar untuk segera bangkit jika ingin menghindari jurang Serie B.
Situasi Fiorentina tidak sepenuhnya ideal. Gelandang Rolando Mandragora harus absen karena skorsing, sementara pelatih Paolo Vanoli juga tidak bisa mendampingi tim dari bangku cadangan. Cedera Tariq Lamptey menambah daftar masalah bagi tuan rumah. Meski begitu, Fiorentina masih memiliki sejumlah pemain kunci seperti David De Gea di bawah mistar dan Moise Kean di lini depan yang diharapkan mampu menjadi pembeda dalam laga krusial ini.
Di kubu Pisa, kondisi tim juga belum sepenuhnya pulih. Beberapa pemain penting seperti Simone Scuffet, Daniel Denoon, Isak Vural, dan Stengs absen akibat cedera. Keterbatasan skuad membuat Pisa harus mengandalkan kedisiplinan taktik dan efektivitas serangan balik untuk mencuri poin di kandang Fiorentina. Bagi tim tamu, hasil imbang pun bisa menjadi modal penting untuk menjaga harapan bertahan di Serie A.
Sementara itu, laga Bologna melawan Udinese menghadirkan cerita berbeda. Bologna saat ini berada di posisi ke-10 klasemen, hanya unggul satu poin atas Udinese. Meski jarak menuju zona Conference League masih delapan poin, Rossoblu tetap menjaga ambisi untuk merapatkan jarak. Namun fokus mereka tidak hanya di liga domestik, karena pertandingan Europa League melawan Brann sudah menanti pekan depan.
Pelatih Vincenzo Italiano diperkirakan melakukan rotasi besar untuk menjaga kebugaran skuad. Absennya Charalampos Lykogiannis dan Benjamin Dominguez akibat cedera semakin memaksa Bologna mengatur komposisi pemain secara hati-hati. Meski demikian, nama-nama seperti Riccardo Orsolini dan Thijs Dallinga tetap diandalkan untuk menjaga daya gedor tim.
Udinese datang dengan misi memanfaatkan rotasi Bologna untuk mencuri poin. Tim tamu juga dihantam badai cedera yang membuat Razvan Sava, Alessandro Zanoli, Keinan Davis, dan Hassane Kamara absen. Namun kehadiran Nicolò Zaniolo sebagai motor serangan memberikan harapan bagi Udinese untuk membawa pulang hasil positif dari markas Bologna.
Dua pertandingan penutup pekan ke-26 ini memperlihatkan kontras situasi di Serie A: pertarungan hidup-mati di papan bawah dan perhitungan strategis menuju kompetisi Eropa. Hasil dari Florence dan Bologna bukan hanya menentukan posisi klasemen, tetapi juga arah perjalanan klub-klub tersebut dalam sisa musim yang semakin menegangkan.

