LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan pembicaraan dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa untuk membahas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah rangkaian serangan rudal dan drone Iran yang mengguncang kawasan. Percakapan tersebut menyoroti bagaimana konflik yang berkembang tidak hanya berdampak pada negara-negara di Teluk, tetapi juga menarik perhatian Ukraina yang memiliki pengalaman menghadapi serangan udara serupa.
Dilansir Yahoo News, dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X (sebelumnya Twitter), Zelenskyy mengatakan Raja Hamad memaparkan kondisi terkini di Bahrain dan wilayah sekitarnya. Menurutnya, situasi keamanan di kawasan menghadapi sejumlah tantangan serius, terutama akibat serangan balistik dan drone dari Iran.
Zelenskyy menegaskan bahwa Ukraina memahami situasi tersebut karena negaranya selama beberapa tahun terakhir menghadapi serangan rudal dan drone secara rutin. Ia menilai pengalaman Ukraina dalam menghadapi ancaman serupa dapat menjadi bahan diskusi penting dalam kerja sama keamanan dengan negara-negara yang kini menghadapi eskalasi konflik.
Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin juga membahas kemungkinan koordinasi lebih lanjut antara tim masing-masing negara untuk menghadapi ancaman keamanan regional. Mereka sepakat untuk menjaga komunikasi intensif guna memantau perkembangan situasi dan mencari langkah bersama.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 28 Februari Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan. Serangan tersebut memicu respons keras dari Teheran yang kemudian menargetkan sejumlah lokasi di Bahrain dan Uni Emirat Arab.
Iran juga dilaporkan menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi arteri utama distribusi minyak dunia dari Timur Tengah. Penutupan jalur ini memicu kekhawatiran global karena sekitar sepertiga perdagangan minyak dunia melewati selat tersebut.
Situasi semakin memanas setelah sebuah kapal tanker berbendera Amerika Serikat, Stena Imperative, diserang saat berada di pelabuhan Bahrain. Serangan itu menyebabkan kebakaran di atas kapal, meski tidak menimbulkan korban di antara awak kapal.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah kini berpotensi berdampak lebih luas, termasuk pada stabilitas ekonomi global dan keamanan energi. Keterlibatan Ukraina dalam diskusi dengan Bahrain menandakan bahwa negara-negara yang memiliki pengalaman menghadapi perang modern mulai membangun komunikasi lintas kawasan untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks.

