LUMINASIA.ID, NASIONAL - Menjelang Hari Raya Idulfitri, zakat fitrah menjadi salah satu kewajiban yang harus ditunaikan setiap Muslim. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, zakat fitrah juga berfungsi menyucikan diri setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.
Kewajiban zakat fitrah telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرِ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ رواه البخاري ومسلم
Latin:
"Anibni 'Umara radiyallahu 'anhuma qala: farada rasūlullahi şallallahu 'alaihi wa sallama zakātal fitri, şä'ān min tamrin, au şā'ān min sya'ïrin: 'alal 'abdi wal hurri, waż-żakari, wal unsa, was-sagiri, wal kabiri, minal muslimin, wa amara bihā antu'adda qabla khurūjin nāsi iläş şalāti. (rawāhul Bukhari wa Muslim)"
Artinya:
"Dari Ibnu Umar Ra. berkata: 'Rasulullah Saw. telah mewajibkan zakat fitrah, satu gantang kurma atau satu gantang sya'ir atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan dewasa. Rasulullah Saw. memerintahkan agar zakat fitrah itu ditunaikan sebelum orang akan pergi melakukan shalat Idul Fitri.' (HR. Bukhari dan Muslim)."
Hadits tersebut menegaskan bahwa zakat fitrah wajib ditunaikan oleh setiap Muslim tanpa memandang usia maupun status sosial, serta dianjurkan dibayarkan sebelum pelaksanaan salat Id.
Bacaan Niat Zakat Fitrah
Dalam praktiknya, zakat fitrah diawali dengan niat sesuai dengan pihak yang dizakati. Beberapa bacaan niat yang umum digunakan antara lain sebagai berikut.
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an nafsī fardhan lillāhi ta'ālā
Artinya:
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an zaujatii fardhan lillāhi ta'ālā
Artinya:
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي (....) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an waladī (sebutkan nama) farḍhan lillāhi ta'ālā
Artinya:
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk anak perempuan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي (....) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an bintī (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta'ālā
Artinya:
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَنْ يَلْزَمُنِي نَفَقَتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'annī wa 'an jamī'i man yalzamunī nafaqatuhum syar'an fardhan lillāhi ta'ālā
Artinya:
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku secara syariat, fardu karena Allah Ta'ala."
Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (.....) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta'ālā
Artinya:
"Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Menunaikan Zakat Fitrah
Secara umum, zakat fitrah ditunaikan menggunakan makanan pokok yang biasa dikonsumsi masyarakat, seperti beras. Jumlah yang harus dikeluarkan setara dengan sekitar 2,5 kilogram atau 3,5 liter bahan makanan pokok per orang.
Zakat juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan makanan pokok tersebut, meski sebagian ulama menganjurkan agar uang tersebut terlebih dahulu dibelikan bahan makanan.
Setelah menentukan jenis zakat yang akan diberikan, muzakki dapat menyalurkannya melalui panitia atau amil zakat di masjid maupun lembaga resmi. Zakat fitrah juga dapat diberikan langsung kepada mustahik yang berhak menerima.
Saat menerima zakat fitrah, panitia atau penerima dianjurkan membaca doa berikut:
أَجَرَكَ اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Latin:
Ajarakallahu fīmā a'ṭaita, wa bāraka fīmā abqaita, wa ja'alahu laka ṭahūrā.
Artinya:
"Semoga Allah memberikan pahala kepadamu atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagi kami dan juga bagimu."
Dengan memahami niat serta tata cara yang benar, umat Muslim diharapkan dapat menunaikan zakat fitrah secara tepat sesuai tuntunan syariat. Selain sebagai kewajiban, zakat fitrah juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan sesama menjelang perayaan Idulfitri.

