Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Fenomena Mokel Saat Ramadan: Antara Tekanan Sosial, Budaya Gaul, dan Realitas Ibadah

Kamis, 19 Maret 2026 17:31
Editor: diku
  • Bagikan
ilustrasi buka puasa/mokel alias membatalkan puasa

LUMINASIA.ID, NASIONAL - Istilah “mokel” kembali ramai diperbincangkan selama Ramadan 2026, namun di balik popularitasnya sebagai bahasa gaul, fenomena ini juga membuka diskusi yang lebih luas tentang tekanan sosial, dinamika religiusitas, hingga perubahan cara generasi muda memaknai ibadah puasa.

Dilansir Kompas, di berbagai platform media sosial, “mokel” tidak lagi sekadar merujuk pada tindakan membatalkan puasa diam-diam, tetapi juga menjadi bagian dari candaan kolektif yang dinormalisasi dalam percakapan sehari-hari. Ungkapan seperti “mokel duluan” atau “gagal puasa hari ini” kerap muncul dengan nada ringan, bahkan humoris.

Pengamat sosial melihat tren ini sebagai refleksi dari perubahan budaya komunikasi di kalangan anak muda. Istilah yang berasal dari bahasa Jawa—yang berarti “membatalkan” atau “tidak melanjutkan”—mengalami pergeseran makna menjadi simbol ekspresi santai terhadap kegagalan menjalankan puasa.

Namun, di sisi lain, fenomena ini juga menunjukkan adanya tekanan sosial yang cukup kuat. Di tengah lingkungan yang mayoritas menjalankan ibadah puasa, sebagian individu memilih menggunakan istilah “mokel” sebagai cara meredakan rasa bersalah atau menghindari stigma.

“Penggunaan kata seperti ‘mokel’ bisa menjadi mekanisme coping. Orang jadi merasa tidak sendirian ketika gagal menjalankan puasa,” ujar seorang pengamat budaya digital.

Fenomena ini juga menyoroti bagaimana praktik keagamaan kini tidak lepas dari pengaruh media sosial. Diskursus tentang puasa tidak hanya terjadi di ruang privat atau tempat ibadah, tetapi juga di ruang digital yang penuh dengan humor, opini, dan bahkan normalisasi perilaku tertentu.

Di tengah tren tersebut, sejumlah kalangan mengingatkan pentingnya menjaga esensi Ramadan sebagai bulan refleksi diri. Meski istilah “mokel” dianggap sebagai bagian dari dinamika bahasa dan budaya populer, praktik meninggalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan tetap bertentangan dengan ajaran agama.

Perbincangan tentang “mokel” pun pada akhirnya bukan sekadar soal istilah, melainkan cerminan dari pertemuan antara tradisi, tekanan sosial, dan gaya hidup digital yang terus berkembang di masyarakat Indonesia.

Tags: Mokel Membatalkan puasa

Populer

  • 1
    Nasib Juri Cerdas Cermat MPR Usai Viral, Kini Nonaktif dan Terancam Sanksi
  • 2
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • 3
    LENGKAP! Ini Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: EVOS Hadapi NAVI, Team Liquid ID Ditantang RRQ, ONIC Jumpa Alter Ego
  • 4
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • 5
    392.910 Tabung LPG 3 Kg Ditambah Pertamina Sulawesi untuk Libur Long Weekend

Ekonomi

  • Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
    Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
  • SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu
    SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu
  • Perbankan Syariah Tumbuh Solid, Aset Tembus Rp1.061 Triliun pada Maret 2026
    Perbankan Syariah Tumbuh Solid, Aset Tembus Rp1.061 Triliun pada Maret 2026

Peristiwa

  • Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
    GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID