LUMINASIA.ID, BOLA - AS Roma menghadapi tekanan besar jelang leg kedua babak 16 besar Liga Europa melawan Bologna, bukan hanya karena hasil imbang 1-1 di pertemuan pertama, tetapi juga akibat badai cedera yang menggerus kekuatan skuad.
Dilansir Yahoo! Sports, bermain di Stadio Olimpico pada Jumat dini hari WIB (20 Maret 2026), Roma membutuhkan performa maksimal untuk mengamankan tiket perempat final. Namun situasi tim tidak ideal. Sejumlah pemain kunci dipastikan absen, termasuk Paulo Dybala, Evan Ferguson, dan Artem Dovbyk. Dari ketiganya, hanya Dybala yang berpeluang kembali dalam waktu dekat, sementara dua nama lainnya dipastikan menepi hingga akhir musim.
Kondisi ini memaksa pelatih Gian Piero Gasperini mengandalkan kedalaman skuad yang ada. Donyell Malen menjadi tumpuan di lini depan setelah tampil cukup konsisten musim ini dan memimpin daftar top skor tim dengan tujuh gol. Ia diperkirakan kembali menjadi ujung tombak dalam skema 3-4-2-1 yang tetap dipertahankan.
Di lini belakang, Mario Hermoso yang baru pulih dari cedera pinggul berpotensi kembali menjadi starter, memperkuat trio pertahanan bersama Gianluca Mancini dan Evan Ndicka. Sementara itu, Mile Svilar hampir pasti tetap mengawal gawang setelah menunjukkan performa stabil sepanjang musim.
Absennya beberapa pemain inti juga membuka peluang bagi nama-nama muda seperti Niccolo Pisilli untuk kembali mendapat menit bermain penting, terutama dalam laga dengan tensi tinggi seperti ini.
Di sisi lain, Bologna datang tanpa tekanan besar setelah berhasil menahan imbang Roma di leg pertama. Situasi ini membuat mereka berada dalam posisi lebih fleksibel, cukup mencuri satu gol untuk memperbesar peluang lolos.
Dengan kondisi skuad yang timpang, Roma tidak hanya dituntut menang, tetapi juga harus membuktikan daya tahan mental mereka di tengah keterbatasan. Laga ini diprediksi berlangsung ketat, dengan margin kesalahan yang sangat kecil bagi tuan rumah.
Jika mampu melewati rintangan ini, Roma bukan hanya melangkah ke perempat final, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa mereka tetap kompetitif meski dihantam krisis pemain.

