Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Di Balik Ledakan Nikel, Indonesia Kejar Kendali Industri EV Global

Senin, 23 Maret 2026 19:44
Editor: diku
  • Bagikan
Kawasan Smelter Nikel Weda Bay (Tempo)

LUMINASIA.ID, TEKNOLOGI - Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah dalam rantai global. Di tengah lonjakan permintaan kendaraan listrik (EV), negara ini justru memanfaatkan momentum untuk mengubah posisi—dari eksportir bijih nikel menjadi pemain kunci dalam industri baterai dan kendaraan listrik dunia.

Dilansir Channel News Asia, dalam satu dekade terakhir, kebijakan hilirisasi menjadi fondasi utama strategi tersebut. Sejak larangan ekspor bijih nikel mentah diberlakukan penuh pada 2020, Indonesia berhasil mendorong investasi besar-besaran ke sektor pengolahan dalam negeri. Hasilnya signifikan: produksi nikel melonjak drastis dari hanya 7,8 juta ton pada 2015 menjadi ratusan juta ton per tahun, sementara jumlah smelter meningkat tajam di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi dan Maluku Utara.

Transformasi ini bukan sekadar soal angka produksi. Pemerintah melihat nikel sebagai “tiket emas” untuk masuk ke ekosistem kendaraan listrik global. Dengan cadangan mencapai sekitar 5,3 miliar ton, Indonesia memiliki leverage besar untuk menarik investor dan membangun rantai pasok baterai secara terintegrasi—dari tambang hingga produk akhir.

Masuknya investasi asing, terutama dari China, mempercepat ambisi tersebut. Perusahaan-perusahaan asing tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi pemrosesan yang sebelumnya belum dikuasai Indonesia. Model kerja sama ini memungkinkan pembangunan kawasan industri dalam waktu singkat, menjadikan wilayah seperti Weda Bay sebagai pusat produksi nikel terbesar di dunia.

Dampaknya terasa langsung pada ekonomi. Ribuan lapangan kerja tercipta, kawasan terpencil berubah menjadi pusat industri, dan nilai ekspor nikel olahan meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dalam satu dekade terakhir. Indonesia pun mulai dilihat sebagai calon “hub” kendaraan listrik global, bukan sekadar pemasok bahan baku.

Namun, ambisi tersebut belum sepenuhnya lengkap. Tantangan terbesar terletak pada penguasaan teknologi lanjutan dan integrasi rantai pasok. Produksi baterai EV membutuhkan kombinasi berbagai mineral seperti lithium, grafit, dan mangan—yang belum semuanya bisa diolah optimal di dalam negeri. Artinya, meski kuat di hulu, Indonesia masih perlu memperkuat sektor hilir agar benar-benar mandiri.

Pemerintah menyadari celah ini. Selain terus mendorong investasi, Indonesia juga berencana memperluas kebijakan hilirisasi ke komoditas lain seperti bauksit, tembaga, dan seng. Tujuannya jelas: membangun fondasi industri manufaktur berbasis sumber daya alam yang bernilai tambah tinggi.

Di sisi lain, target jangka panjang juga mulai diarahkan pada transisi energi. Dengan rencana pengurangan emisi hingga 81 persen pada 2045, Indonesia berupaya memastikan bahwa industrialisasi nikel tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga selaras dengan agenda keberlanjutan global.

Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia penting dalam rantai pasok EV dunia. Pertanyaannya adalah seberapa jauh negara ini mampu naik kelas—dari pengolah bahan menjadi produsen teknologi.

Jika strategi ini berhasil, Indonesia tidak hanya akan dikenal sebagai “raja nikel”, tetapi juga sebagai salah satu pusat industri kendaraan listrik dunia.

Tags: Nikel

Populer

  • 1
    Nikah Gratis di Makassar untuk 210 Pasangan, Daftar Lewat LONTARA+ Mulai Hari Ini
  • 2
    PJM Dukung Penyesuaian SOP Pemanduan Kapal di Perairan Wajib Pandu Kelas II Kijang
  • 3
    Cara Klaim Garansi Motor Honda di AHASS Mesin hingga Rangka, Ini Syarat dan Langkahnya
  • 4
    Gratis untuk Umum, Honda Bikers Day 2026 di Akkarena Bakal Hadirkan Last Child dan Ridwan Sau
  • 5
    SMAN 2 Makassar Juara Best Supporter, SMAN 5 Supporter Tervaforit di DBL Sulsel 2026

Ekonomi

  • OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
    OJK Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Pengawasan Sektor Jasa Keuangan
  • Kepala BPKAD: Alokasi BPJS Kesehatan Bertambah Rp30 Miliar di APBD Perubahan
    Kepala BPKAD: Alokasi BPJS Kesehatan Bertambah Rp30 Miliar di APBD Perubahan
  • Semarak Hari Pelindo ke-5, Regional 4 Perkuat Semangat Kepedulian dengan DOnor Darah
    Semarak Hari Pelindo ke-5, Regional 4 Perkuat Semangat Kepedulian dengan DOnor Darah

Peristiwa

  • Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
    Ini Daftar 18 Pejabat Dilantik Prabowo, Ada Kapolri, Ketua Ombudsman, hingga Bahlil Lahadalia Jadi Menko
  • Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
    Ada Pintu Tak Berpagar di Belakang Lapas Cibinong, Terparkir 2 MObil Mewah Misterius
  • Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
    Resmi Jadi Kader PSI, Jokowi Tunjukkan KTA dan Minta Kader Tak Ragu Hadapi Pemilu 2029
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID