LUMINASIA.ID, Pergerakan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terpantau cenderung stagnan pada perdagangan hari ini, Senin (28/4/2026). Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 11.59 WIB, harga saham BBNI berada di level Rp3.720 per saham, tidak mengalami perubahan dibandingkan penutupan sebelumnya.
Dilansir Google Finance, grafik intraday menunjukkan fluktuasi terbatas sejak pembukaan pasar. Saham BBNI sempat bergerak turun ke kisaran Rp3.680 pada awal sesi, sebelum perlahan kembali menguat dan bertahan di area Rp3.700–Rp3.720 menjelang jeda siang. Volume transaksi terlihat relatif tipis, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar.
Analis pasar modal dari Mirae Asset Sekuritas, Rudi Santoso, menilai pergerakan datar ini dipengaruhi oleh minimnya sentimen baru yang dapat mendorong arah harga saham perbankan besar. “Investor saat ini masih menunggu katalis yang lebih kuat, baik dari sisi global maupun domestik. Tanpa sentimen signifikan, saham seperti BBNI cenderung bergerak sideways,” ujar Rudi saat dihubungi, Senin (28/4/2026).
Menurutnya, sektor perbankan sebenarnya masih memiliki fundamental yang solid, terutama dari sisi pertumbuhan kredit dan kualitas aset. Namun, kondisi pasar global yang belum stabil membuat investor cenderung menahan posisi. “Fundamental tetap baik, tapi market sekarang lebih sensitif terhadap sentimen eksternal seperti suku bunga global dan geopolitik,” jelasnya.
Di sisi lain, pergerakan indeks sektoral keuangan juga tidak menunjukkan volatilitas tinggi pada sesi perdagangan kali ini. Hal tersebut turut menahan laju saham-saham bank besar, termasuk BBNI, untuk bergerak lebih agresif.
Rudi menambahkan bahwa level Rp3.700 saat ini menjadi area support jangka pendek yang cukup kuat bagi BBNI. Sementara itu, resistance berada di kisaran Rp3.800. “Kalau ada sentimen positif, potensi rebound tetap terbuka. Tapi selama belum ada trigger, kemungkinan masih akan konsolidasi di range ini,” katanya.
Pelaku pasar kini menanti rilis data ekonomi domestik serta arah kebijakan suku bunga global yang diperkirakan akan menjadi penentu utama pergerakan pasar dalam waktu dekat. Hingga penutupan sesi pertama, saham BBNI masih bergerak datar dengan kecenderungan konsolidatif.

