LUMINASIA.ID, EKONOMI - Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengalami pelemahan pada perdagangan intraday, Rabu (25/3/2026), dengan harga tercatat di level Rp4.060 per saham hingga pukul 10.43 WIB. Posisi ini turun signifikan dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp4.390.
Pergerakan saham BBNI sepanjang sesi pagi terlihat fluktuatif dalam rentang Rp3.980 hingga Rp4.090. Meskipun sempat bergerak mendekati level Rp4.100, tekanan jual membuat harga kembali turun menjelang jeda siang perdagangan.
Dalam skala tahunan, saham BBNI masih bergerak dalam rentang yang cukup lebar, yakni antara Rp3.610 hingga Rp4.730. Hal ini mencerminkan volatilitas yang masih terjadi di sektor perbankan, seiring dinamika makroekonomi dan sentimen pasar.
Dari sisi fundamental, BBNI memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp149,91 triliun, dengan rata-rata volume transaksi harian mencapai 69,87 juta saham. Rasio price to earnings (P/E) tercatat di level 7,56, menunjukkan valuasi yang relatif menarik dibandingkan beberapa emiten perbankan lainnya.
Selain itu, BBNI juga menawarkan dividend yield sebesar 8,61 persen, menjadikannya salah satu saham perbankan dengan imbal hasil dividen yang kompetitif di pasar.
Secara keseluruhan, pelemahan harga saham BBNI pada sesi ini mencerminkan tekanan jangka pendek di pasar, meskipun secara fundamental perusahaan masih menunjukkan kinerja yang solid dan menarik bagi investor jangka panjang.

