LUMINASIA.ID, Makassar, 2 Mei 2026 – BASAIbu Wiki Sulawesi Selatan menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Makassar atas kontribusinya dalam pelestarian dan pengembangan bahasa daerah melalui pembuatan Kamus Digital Bahasa Makassar. Penghargaan tersebut diberikan dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung di Lapangan Karebosi, Selasa (2/5).
Upacara bendera yang digelar dengan nuansa budaya ini diikuti oleh peserta yang mengenakan pakaian adat, serta dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Makassar, para guru, komunitas, dan mitra kolaborasi Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Pengakuan ini menempatkan BASAIbu Wiki Sulsel sebagai salah satu aktor komunitas yang berkontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah tantangan era digital. Melalui Kamus Digital Bahasa Makassar, organisasi ini menghadirkan pendekatan baru dalam pelestarian bahasa—menggabungkan teknologi dengan partisipasi publik, khususnya anak muda.
Inisiatif tersebut dinilai penting karena bahasa daerah menghadapi tantangan serius, mulai dari berkurangnya penggunaan di kalangan generasi muda hingga keterbatasan akses terhadap sumber belajar yang relevan dan mudah dijangkau. Digitalisasi kamus menjadi solusi yang tidak hanya mendokumentasikan bahasa, tetapi juga membuatnya lebih hidup dan mudah diakses.
Momentum penghargaan ini juga beriringan dengan penguatan kolaborasi antara komunitas dan pemerintah di sektor pendidikan. BASAIbu Wiki Sulsel, bersama Komunitas Anak Pencinta Jalanan, turut dilibatkan sebagai relawan dalam Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (TA PATS) Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperluas dampak kerja komunitas, tidak hanya dalam pelestarian bahasa, tetapi juga dalam memastikan akses pendidikan bagi anak-anak di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan pendidikan, termasuk tingginya angka anak tidak sekolah, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Angka anak tidak sekolah di Kota Makassar masih relatif tinggi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Kami berharap, pada perayaan tahun depan, angka tersebut bisa turun signifikan sebagai bukti kerja nyata,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang transparan untuk jenjang SD dan SMP. Kebijakan ini diharapkan mampu menjamin akses pendidikan yang lebih adil sekaligus memperkuat sistem pendidikan yang akuntabel.
Pemberian penghargaan kepada BASAIbu Wiki Sulsel dalam momentum Hardiknas 2026 menjadi penegasan bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan bagian integral dari pembangunan pendidikan. Bahasa tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga medium pembelajaran yang memperkuat keterhubungan generasi muda dengan lingkungan sosialnya.
Dengan inovasi berbasis digital yang dikembangkan, BASAIbu Wiki Sulsel menunjukkan bahwa komunitas memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan zaman—menjaga warisan budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Hardiknas 2026 di Makassar pun menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ia menjadi ruang apresiasi bagi kerja-kerja komunitas, sekaligus dorongan untuk memperkuat kolaborasi demi pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

