LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Kasus gugatan pelecehan seksual yang menyeret nama eksekutif senior Lorna Hajdini di JPMorgan Chase memicu polemik setelah hasil investigasi internal perusahaan menyatakan tidak ditemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut. Gugatan yang sempat menghebohkan ini bahkan disebut sebagai “rekayasa total” oleh sejumlah pihak internal.
Dilansir NYPost, identitas penggugat yang sebelumnya menggunakan nama samaran “John Doe” kini diungkap sebagai Chirayu Rana, mantan karyawan JPMorgan yang kini bekerja di perusahaan investasi Bregal Sagemount. Rana diketahui mengajukan gugatan dengan tuduhan serius, termasuk klaim bahwa dirinya dipaksa melakukan hubungan seksual melalui ancaman dan penggunaan obat-obatan.
Namun, pihak Hajdini secara tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resmi melalui kuasa hukumnya, ia menegaskan, “Lorna secara категорis menyangkal semua tuduhan. Ia tidak pernah terlibat dalam tindakan tidak pantas apa pun dengan individu ini dan bahkan tidak pernah berada di lokasi yang disebutkan dalam dugaan kejadian tersebut.”
Pihak JPMorgan juga mengambil sikap serupa. Juru bicara perusahaan menyampaikan bahwa investigasi internal yang melibatkan peninjauan komunikasi, termasuk email dan catatan telepon, tidak menemukan dasar yang mendukung klaim tersebut. “Setelah dilakukan penyelidikan, kami tidak melihat adanya dasar atas tuduhan ini,” ujar perwakilan perusahaan. Ia juga menambahkan bahwa pelapor justru tidak kooperatif selama proses investigasi berlangsung.
Lebih lanjut, sumber internal menyebut bahwa hubungan kerja antara Rana dan Hajdini tidak berada dalam garis supervisi langsung. Hajdini dilaporkan bekerja di bawah managing director lain, sehingga tidak memiliki kewenangan terhadap penilaian kinerja maupun bonus Rana—yang menjadi salah satu dasar tuduhan dalam gugatan tersebut.
Kasus ini semakin kompleks setelah diketahui bahwa dokumen gugatan awal sempat ditarik untuk dilakukan “perbaikan”. Selain itu, gugatan tersebut juga turut menyeret JPMorgan sebagai tergugat dengan tuduhan pembalasan dan kegagalan melakukan investigasi yang layak.
Sejumlah rekan kerja Hajdini menggambarkannya sebagai sosok profesional dengan performa tinggi di perusahaan. Bahkan, ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial, termasuk mendukung organisasi nirlaba yang membantu pelajar kurang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Di sisi lain, perjalanan karier Rana di dunia keuangan tercatat cukup panjang, dengan pengalaman di berbagai institusi besar seperti Morgan Stanley dan Credit Suisse sebelum akhirnya bergabung dengan JPMorgan.
Hingga kini, belum ada jadwal persidangan yang ditetapkan. Kasus ini tetap menjadi sorotan karena kompleksitasnya serta dampaknya terhadap reputasi individu dan institusi yang terlibat. Di Amerika Serikat, dokumen pengadilan memiliki perlindungan hukum tertentu, sehingga media tetap dapat melaporkan isi gugatan meskipun klaim di dalamnya belum terbukti kebenarannya.

