LUMINASIA.ID, Makassar – Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mendorong mahasiswa Indonesia, khususnya sivitas akademika UIN Alauddin Makassar, untuk memanfaatkan berbagai peluang beasiswa yang disediakan Pemerintah Australia. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam International Talkshow ENLITE Fest 2026 bertema Digital Humanities: A Breakthrough yang digelar di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar, Kamis (9/7).
Dalam pemaparannya, Todd Dias menjelaskan bahwa Pemerintah Australia setiap tahun membuka berbagai program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, baik melalui pendanaan penuh dari pemerintah maupun dari universitas-universitas di Australia.
Ia memperkenalkan Australia Awards Scholarships, program beasiswa Pemerintah Australia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa, akademisi, dan profesional Indonesia untuk menempuh pendidikan jenjang magister, doktor, hingga mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas.
"Hubungan Indonesia dan Australia terus berkembang melalui pendidikan, riset, dan pertukaran budaya. Kami berharap semakin banyak mahasiswa UIN Alauddin Makassar memanfaatkan peluang seperti Australia Awards Scholarships untuk memperluas pengalaman akademik sekaligus membangun jejaring internasional," ujar Todd Dias.
Selain membahas peluang studi, Todd juga menyoroti pentingnya pengembangan Digital Humanities dalam memperkuat kolaborasi internasional. Menurutnya, hubungan historis antara masyarakat Makassar dan komunitas Yolngu di Australia Utara menunjukkan bahwa pertukaran budaya telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Ia menjelaskan transformasi digital telah membuka peluang besar di bidang pendidikan, penelitian, dan kerja sama akademik lintas negara. Namun, perkembangan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu menghadapi tantangan misinformasi dan disinformasi.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara International Office UIN Alauddin Makassar, ENLITE (English Literature Community), Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), serta Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) itu dibuka oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Barsihannor, mewakili Rektor UIN Alauddin Makassar.
Dalam sambutannya, Prof. Barsihannor menyampaikan apresiasi kepada Konsulat Jenderal Australia di Makassar atas dukungannya dalam memperluas wawasan internasional mahasiswa.
Ia menegaskan bahwa Digital Humanities menjadi ruang strategis yang menghubungkan perkembangan teknologi dengan ilmu-ilmu humaniora.
"Perkembangan teknologi harus menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, bukan menggantikannya. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan kekayaan budaya, bahasa, dan peradaban. Forum seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun wawasan global mahasiswa tanpa kehilangan identitasnya," katanya.
Chief of Community ENLITE sekaligus dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UIN Alauddin Makassar, Syahruni Junaid, menjelaskan ENLITE telah berkembang selama bertahun-tahun sebagai wadah pembelajaran mahasiswa yang menumbuhkan kreativitas, kepemimpinan, dan kolaborasi.
"ENLITE Fest bukan sekadar pertunjukan seni. Ini adalah laboratorium kepemimpinan, laboratorium tanpa dinding yang menghadirkan pembelajaran yang jauh lebih bermakna. Di balik setiap pementasan sastra, mahasiswa belajar memimpin tanpa jabatan, membangun kepercayaan, bekerja sama di tengah perbedaan, menyelesaikan persoalan ketika keterbatasan datang, hingga mengambil keputusan di bawah tekanan. Mereka juga belajar bernegosiasi, berbicara di depan publik, mengelola konflik, serta saling menghormati dan membimbing satu sama lain. Nilai-nilai inilah yang kami yakini akan menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala International Office UIN Alauddin Makassar, Dr. Serliah Nur, membawakan materi mengenai Cross-Cultural Understanding sebagai kompetensi penting di era global.
Menurutnya, kemampuan lintas budaya tidak hanya sebatas memahami kebiasaan masyarakat negara lain, tetapi juga membangun komunikasi yang efektif, menghargai keberagaman, serta mampu beradaptasi dalam lingkungan multikultural.
"Internasionalisasi bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi bagaimana kita membangun cara berpikir yang terbuka, menghargai keberagaman, serta mampu berkolaborasi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya. Di era Digital Humanities, penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kecakapan lintas budaya agar mampu melahirkan kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan," jelasnya.
Melalui penyelenggaraan International Talkshow ENLITE Fest 2026, International Office UIN Alauddin Makassar bersama para mitra kembali menegaskan komitmennya mendukung internasionalisasi kampus melalui penguatan jejaring global, peningkatan kompetensi lintas budaya, serta pengembangan ruang akademik yang mengintegrasikan teknologi, humaniora, dan kolaborasi internasional.
Sebelum sesi utama, peserta disuguhi berbagai pertunjukan seni yang mencerminkan keberagaman budaya. Mahasiswa internasional asal Thailand menampilkan tarian tradisional dan modern, disusul Exhibition Parade mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris yang menampilkan budaya Australia, Amerika Serikat, Mesir, serta budaya lokal masyarakat Kajang, Kabupaten Bulukumba.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan Culture Exhibition bertema Halal Tourism Destination in Makassar. Melalui maket, media visual, dan standing banner, mahasiswa memperkenalkan potensi wisata halal Kota Makassar sekaligus menyampaikan informasi mengenai etika sosial dan budaya (do's and taboos) dari berbagai negara dan daerah.
ENLITE Fest 2026 diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama meliputi talkshow, pameran budaya, serta kompetisi puisi dan storytelling yang berlangsung di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Adapun sesi kedua berupa pementasan drama dan pembacaan puisi dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 di Gedung Fajar, Jalan Racing Centre, Makassar.

