LUMINASIA.ID, Jakarta – Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Kamis (9/7) waktu setempat, sedikitnya 3.889 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana yang terjadi pada 24 Juni lalu.
Data terbaru yang disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menunjukkan angka korban jiwa meningkat dari 3.811 orang menjadi 3.889 orang. Informasi tersebut dipublikasikan melalui akun Telegram resminya.
Selain korban meninggal, hampir 17.000 orang mengalami luka-luka, sementara hampir 18.000 warga kehilangan tempat tinggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang negara Amerika Selatan tersebut.
Di tengah upaya penanganan bencana, Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, meminta agar aset negara yang dibekukan di luar negeri dapat dicairkan untuk mendukung proses pemulihan pascagempa.
Rodríguez mengungkapkan telah mengirim surat kepada Charles III untuk meminta pelepasan sekitar 30 ton cadangan emas Venezuela yang saat ini disimpan di Bank of England dan dibekukan akibat sanksi dari otoritas Inggris.
"Saya memutuskan untuk mengirimkan surat kepada Raja Inggris agar emas yang disimpan di Bank of England dilepaskan. Emas ini adalah milik rakyat kami. Kami membutuhkan emas ini untuk mengatasi dampak gempa bumi," ujar Rodríguez dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah pada Rabu (8/7) waktu setempat.
Menurut pemerintah Venezuela, pencairan aset tersebut akan digunakan untuk membiayai rekonstruksi wilayah terdampak serta mempercepat pemulihan pascabencana yang telah menyebabkan ribuan warga kehilangan rumah dan mata pencaharian.

