LUMINASIA.ID, BOLA - Spanyol akan menghadapi Belgia pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Los Angeles, Jumat malam waktu setempat. Pemenang pertandingan ini akan berhadapan dengan Prancis di babak semifinal setelah Les Bleus lebih dulu menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0.
Menurut prediksi superkomputer Opta, Spanyol menjadi favorit kuat untuk lolos. Dari 25.000 simulasi pertandingan, La Roja memenangkan laga dalam waktu normal sebanyak 58,3 persen. Belgia hanya memiliki peluang menang 19,1 persen, sementara hasil imbang muncul dalam 22,6 persen simulasi. Jika memperhitungkan kemungkinan perpanjangan waktu dan adu penalti, peluang Spanyol mencapai semifinal meningkat menjadi 69,8 persen.
Meski demikian, menurut BBC, Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah bangkit dari awal turnamen yang kurang meyakinkan. Tim asuhan Rudi Garcia sukses menyingkirkan Senegal lewat perpanjangan waktu sebelum mengalahkan Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 di babak 16 besar.
Mantan gelandang Inggris Leon Osman menilai kebangkitan Belgia membuat pertandingan kini jauh lebih seimbang.
"Belgia sempat tampil buruk di awal turnamen, bahkan tertinggal 0-2 dari Senegal sebelum membalikkan keadaan. Sejak saat itu mereka tampil luar biasa. Mereka terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan dan kini saya melihat mereka benar-benar bisa memberikan perlawanan kepada Spanyol," ujar Osman.
Spanyol sendiri datang dengan rekor yang sangat impresif. Tim besutan Luis de la Fuente belum terkalahkan di turnamen besar di bawah arahannya dengan catatan 11 kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka juga selalu lolos dalam enam pertandingan fase gugur yang dipimpin De la Fuente.
Kekuatan utama Spanyol berada di lini belakang. Mereka menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026 dan telah mencatat enam clean sheet beruntun di ajang Piala Dunia, sebuah rekor baru dalam sejarah turnamen. Kiper Unai Simon juga menyamai rekor lima clean sheet beruntun yang sebelumnya dipegang Walter Zenga bersama Italia pada Piala Dunia 1990.
Di lini depan, Mikel Oyarzabal menjadi tumpuan dengan torehan empat gol sepanjang turnamen. Sementara itu, wonderkid Lamine Yamal perlahan kembali ke kondisi terbaiknya setelah sempat dibekap cedera sebelum turnamen dimulai.
Jurnalis sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menilai De la Fuente berhasil membangun identitas permainan yang kuat bagi tim nasional Spanyol.
"Dia tidak hanya membangun tim lewat taktik, tetapi juga melalui budaya dan karakter. Spanyol kini memiliki identitas yang sangat jelas sebagai sebuah tim nasional," tulis Balague.
Di kubu Belgia, sorotan tertuju kepada Kevin De Bruyne. Gelandang veteran berusia 35 tahun itu tidak dimainkan saat menghadapi Amerika Serikat sehingga memunculkan spekulasi mengenai perannya dalam laga kontra Spanyol.
Pelatih Rudi Garcia menjelaskan keputusan tersebut murni karena kebutuhan taktik.
"Rencananya, jika kami membutuhkan Kevin, kami akan memainkannya. Namun kami sudah mencetak gol sehingga tidak perlu melakukan perubahan. Ketika Amadou Onana cedera, kami membutuhkan Hans Vanaken karena keunggulannya dalam duel bola mati," kata Garcia.
Selain De Bruyne, Belgia juga mengandalkan Romelu Lukaku yang sedang berada dalam performa tajam. Striker tersebut mencetak gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia secara beruntun, seluruhnya sebagai pemain pengganti. Catatan itu menjadikannya pemain Belgia kedua yang mampu mencetak gol dalam tiga laga Piala Dunia berturut-turut setelah Marc Wilmots pada 2002.
Meski Belgia tampil produktif dengan 13 gol sepanjang turnamen, mereka menghadapi tantangan berat menghadapi pertahanan Spanyol yang belum pernah ditembus lawan.
Secara historis, Belgia juga memiliki rekor buruk melawan Spanyol. Dari 22 pertemuan, Belgia hanya meraih lima kemenangan dan tidak pernah menang dalam 11 pertemuan terakhir. Namun, kemenangan terakhir Belgia atas Spanyol terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko melalui adu penalti—sebuah kebetulan menarik karena edisi 2026 juga digelar di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Tags: Lamine Yamal

