LUMINASIA.ID, Jakarta – Industri perbankan global meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya ancaman siber baru yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI). Sejumlah regulator keuangan di berbagai negara mulai mengingatkan bank dan perusahaan asuransi untuk memperkuat sistem keamanan digital mereka demi mengantisipasi potensi serangan yang lebih canggih.
Dilansir CNBC Indonesia, kekhawatiran tersebut muncul setelah hadirnya model AI terbaru bernama Claude Mythos yang dikembangkan Anthropic. Teknologi ini diklaim mampu menemukan celah keamanan pada perangkat lunak, sistem operasi, hingga browser dalam waktu sangat singkat. Kemampuan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyerang infrastruktur digital, termasuk sektor perbankan.
Di Kanada, Office of the Superintendent of Financial Institutions (OSFI) telah mengirimkan peringatan kepada jajaran pimpinan bank dan perusahaan asuransi, mulai dari direksi hingga pejabat yang membidangi teknologi, keamanan informasi, dan manajemen risiko.
Dalam keterangannya yang dikutip Reuters, OSFI menyebut model AI tingkat lanjut seperti Claude Mythos membuat waktu yang tersedia untuk melakukan mitigasi risiko menjadi jauh lebih singkat.
Kekhawatiran serupa juga telah disampaikan oleh sejumlah otoritas di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Hong Kong. Para regulator menilai perkembangan AI generasi terbaru dapat meningkatkan risiko serangan siber terhadap sistem keuangan apabila tidak diantisipasi dengan langkah pengamanan yang memadai.
Salah satu langkah yang dipersiapkan datang dari Jepang. Asosiasi Perbankan Jepang menyusun skenario darurat yang memungkinkan penghentian sementara layanan ATM maupun mobile banking jika ancaman siber meningkat hingga membahayakan keamanan dana nasabah.
"Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi dan antisipasi kita selama ini," ujar Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank, Masahiko Kato.
Menurut Kato, penghentian layanan tersebut merupakan langkah pencegahan apabila kondisi memburuk.
"Layanan tertentu seperti jaringan ATM bisa saja ditangguhkan secara proaktif. Ini murni langkah darurat demi memitigasi risiko dan melindungi aset para nasabah," tambahnya.
Anthropic sendiri mengakui bahwa Claude Mythos memiliki kemampuan mendeteksi ribuan kerentanan sistem yang berpotensi berdampak besar apabila disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai respons, regulator dan lembaga keuangan di berbagai negara mulai memperketat penggunaan perangkat AI dari pihak ketiga di lingkungan internal serta mempercepat investasi pada sistem keamanan siber untuk memperkuat perlindungan terhadap layanan perbankan dan aset nasabah.


