LUMINASIA.ID, Jakarta – Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar dan analis terhadap arah kebijakan moneter serta independensi bank sentral ke depan.
Reaksi pasar terlihat segera setelah perdagangan dibuka pada Senin (27/7). Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga 0,3 persen terhadap dolar Amerika Serikat sebelum memangkas pelemahannya. Di saat yang sama, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik sekitar empat basis poin, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi hingga 0,8 persen, lebih dalam dibandingkan mayoritas bursa saham di kawasan.
Dilansir Bloomberg, analis menilai pengunduran diri Perry Warjiyo berpotensi meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan Indonesia. Fokus investor kini tertuju pada proses penunjukan gubernur BI yang baru serta komitmen pemerintah dalam menjaga kesinambungan kebijakan moneter dan independensi bank sentral.
Pelaku pasar juga akan mencermati langkah-langkah BI selanjutnya, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan mempertahankan kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.


