LUMINASIA.ID, Jakarta – Warisan terakhir novelis Jepang Keigo Higashino akan segera hadir untuk para pembaca. Novel berjudul Eternal Memory (Eien no Kioku) dijadwalkan terbit pada 5 Agustus 2026, hanya beberapa pekan setelah sang penulis wafat pada 23 Juli akibat kanker usus besar.
Dilansir Detik Pop, Penerbit menyebut Higashino tetap menulis hingga akhir hayatnya. Eternal Memory menjadi karya penutup dari penulis yang dikenal luas lewat novel-novel misteri dan detektif dengan alur penuh teka-teki.
Novel tersebut merupakan bagian terbaru dari seri Detektif Galileo. Ceritanya bermula ketika Detektif Kaoru Utsumi ditusuk oleh seorang pria berusia sekitar 70 tahun. Setelah gagal mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung, pelaku memilih bungkam selama pemeriksaan polisi.
Penyelidikan kemudian berkembang dengan kemunculan seorang perempuan muda yang menyimpan dendam terhadap Utsumi. Kehadirannya membawa tekanan fisik maupun psikologis bagi para penyelidik dalam mengungkap motif di balik kasus tersebut.
Sepanjang kariernya, Higashino menulis 106 buku. Salah satu karya paling terkenalnya adalah The Devotion of Suspect X, novel yang mengisahkan seorang guru matematika SMA yang menyusun rencana kejahatan nyaris sempurna. Buku tersebut mengantarkannya meraih Penghargaan Naoki pada 2006, selain berbagai penghargaan sastra misteri lainnya.
Karier kepenulisannya dimulai pada 1985 ketika novel After School memenangkan Penghargaan Edogawa Rampo. Pada 2014, ia menerima Penghargaan Sastra Yoshikawa Eiji berkat The Final Curtain. Higashino juga pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Penulis Misteri Jepang pada periode 2009–2013.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pada 2011, Higashino mengungkapkan filosofi menulisnya. Ia mengatakan ingin terus mengejutkan pembaca dengan ide-ide yang tidak terduga, alih-alih sekadar menyentuh emosi atau menyusun kalimat yang indah.
Menurut penerbitnya, hingga 2023 karya-karya Keigo Higashino telah terjual lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang.


