LUMINASIA.ID, JAKARTA — Suahasil Nazara mulai menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan di tengah kondisi pasar keuangan domestik yang masih bergejolak. Pergantian pimpinan di Kementerian Keuangan terjadi ketika nilai tukar rupiah dan pasar saham menghadapi tekanan dari perkembangan ekonomi global.
Suahasil resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026). Sehari kemudian, keduanya melakukan serah terima jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan.
Namun, perubahan kepemimpinan tersebut belum serta-merta menghilangkan tekanan terhadap pasar. Pada perdagangan Selasa (15/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat bergerak di zona negatif. CNBC Indonesia melaporkan IHSG mengalami tekanan sejak awal perdagangan dan pada sesi pertama melemah 0,76 persen.
Tekanan juga terlihat pada nilai tukar rupiah. Pada hari yang sama, rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan mencatatkan pelemahan selama empat hari perdagangan berturut-turut. CNBC Indonesia melaporkan dolar AS berada di kisaran Rp17.680.
Kondisi tersebut membuat tugas Suahasil tidak hanya berkaitan dengan keberlanjutan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga bagaimana kebijakan fiskal dapat menjaga kepercayaan pasar ketika ketidakpastian global meningkat.
Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah perkembangan harga komoditas energi. Kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan tekanan terhadap perekonomian karena berpotensi memengaruhi biaya energi, inflasi, neraca perdagangan, serta kebutuhan fiskal pemerintah.
Di sisi lain, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar. Prospek suku bunga Federal Reserve dapat memengaruhi arus modal global dan pergerakan dolar AS. Jika suku bunga AS tetap tinggi atau kembali meningkat, aset negara berkembang dapat menghadapi tekanan tambahan.
Dalam situasi tersebut, kesinambungan kebijakan menjadi salah satu aspek penting bagi pemerintah. Suahasil bukan figur baru di Kementerian Keuangan. Sebelum menduduki posisi Menteri Keuangan, ia telah lama berada di lingkungan kementerian tersebut dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Latar belakang tersebut membuat proses transisi kepemimpinan relatif tidak dimulai dari kondisi tanpa pengalaman internal. Sejumlah pihak juga menyoroti pengalaman Suahasil dalam kebijakan fiskal sebagai modal untuk menjaga kesinambungan pengelolaan keuangan negara.
CNBC Indonesia sebelumnya melaporkan sejumlah anggota DPR berharap Suahasil mampu menjaga kredibilitas fiskal sekaligus menciptakan iklim perekonomian yang lebih baik. Pengalaman Suahasil sebagai teknokrat dan akademisi juga disebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat kemampuannya mengelola APBN.
Meski demikian, respons pasar terhadap pergantian Menteri Keuangan tidak berdiri sendiri. Pergerakan IHSG dan rupiah juga dipengaruhi faktor eksternal maupun domestik yang berlangsung bersamaan.
Pada perdagangan Selasa, tekanan terhadap IHSG terlihat pada sejumlah saham. CNBC Indonesia melaporkan indeks kembali berada di zona merah pada akhir perdagangan, menunjukkan bahwa sentimen negatif masih membayangi pasar saham domestik.
Karena itu, perhatian pelaku pasar kini akan tertuju pada langkah awal Suahasil dalam menjaga kredibilitas kebijakan fiskal, kesinambungan APBN, serta koordinasi dengan otoritas keuangan lainnya.
Pergantian Menteri Keuangan memberikan perubahan pada kepemimpinan fiskal, tetapi stabilitas pasar ditentukan oleh kombinasi berbagai faktor. Perkembangan harga komoditas, kebijakan bank sentral global, nilai tukar, arus modal, dan kondisi perekonomian domestik akan tetap menjadi variabel yang memengaruhi pasar dalam waktu mendatang.
Dengan demikian, tantangan awal Suahasil bukan hanya memastikan transisi berjalan lancar, melainkan juga menjaga agar perubahan kepemimpinan tidak menambah ketidakpastian di tengah tekanan ekonomi global.



