LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Sulawesi Selatan menjalin kemitraan strategis dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Selatan untuk memperluas publikasi program pembinaan warga binaan. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi yang digelar di Lapas Kelas I Makassar, Senin (27/7).
Audiensi dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi, Kepala Lapas Kelas I Makassar Gumilar Budirahayu, Kepala Rutan Makassar Jayadi Kusumah, serta Ketua IJTI Pengda Sulsel Muhammad Sardi atau yang akrab disapa Idho.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan sinergi antara insan pers televisi dan jajaran pemasyarakatan guna meningkatkan penyebarluasan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan di lapas dan rutan.
Mulyadi menilai masih banyak kegiatan pembinaan yang belum diketahui publik, padahal program tersebut telah menghasilkan berbagai produk berkualitas sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.
"Kita harus memang mengekspos berita ini. Program-program positif di lapas perlu diketahui masyarakat agar publik melihat bahwa pembinaan benar-benar berjalan," ujar Mulyadi.
Ia menyambut baik usulan kolaborasi bersama IJTI Sulsel melalui workshop, podcast, hingga peliputan khusus yang menampilkan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.
Menurutnya, pemberitaan yang berimbang dapat membantu mengubah stigma negatif terhadap lembaga pemasyarakatan sekaligus memberikan pemahaman bahwa warga binaan sedang menjalani proses pembinaan untuk kembali berperan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua IJTI Sulsel Muhammad Sardi menegaskan audiensi tersebut bertujuan membangun kerja sama jangka panjang, bukan sekadar mencari sensasi pemberitaan.
Ia menilai banyak program pembinaan di lapas yang layak dipublikasikan karena memberikan keterampilan, pengalaman kerja, hingga bekal usaha bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
"Kami berharap Kanwil Ditjenpas Sulsel bisa berkolaborasi dengan IJTI sebagai mitra. Program-program pembinaan yang positif harus dipublikasikan lebih luas agar masyarakat mengetahui bahwa warga binaan juga dipersiapkan untuk kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan keterampilan dan bekal yang memadai," kata Idho.
Ia menambahkan, IJTI sebagai organisasi konstituen Dewan Pers siap mendukung penyebaran informasi edukatif melalui liputan televisi, diskusi, podcast, maupun pelatihan komunikasi publik bagi jajaran pemasyarakatan.
Melalui kemitraan tersebut, kedua pihak berharap transparansi lembaga pemasyarakatan semakin meningkat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pembinaan yang dijalankan di lapas dan rutan di Sulawesi Selatan.



