LUMINASIA.ID, INTERNASIONAL - Harga minyak dunia kembali naik di tengah ketegangan Iran dan Amerika Serikat terkait akses pelayaran melalui Selat Hormuz. Iran disebut masih menolak membuka kembali jalur tersebut untuk AS sebelum tuntutannya dipenuhi.
Dilansir Detik, Iran meminta AS mencairkan dana Iran yang tersimpan di luar negeri sebagai salah satu syarat pembukaan jalur logistik bagi kapal-kapal AS. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus menuntut Iran membayar ganti rugi kepada AS.
Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak global. Harga minyak mentah WTI naik 1,3% menjadi US$83,20 per barel, sedangkan Brent naik 1,36% menjadi US$88,91 per barel. Secara mingguan, harga minyak telah meningkat lebih dari 6%.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz juga dilaporkan merosot tajam. Data perusahaan intelijen perdagangan Kpler menunjukkan hanya delapan kapal yang melintasi selat tersebut pada Senin, dibandingkan lebih dari 130 kapal per hari dalam kondisi normal sebelum serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.
Tekanan juga muncul dari sisi cadangan energi AS. Data Departemen Energi AS menunjukkan Cadangan Minyak Strategis (SPR) telah turun di bawah 300 juta barel, level terendah dalam lebih dari empat dekade.
Dengan demikian, kebuntuan diplomatik Iran-AS tidak hanya berdampak pada hubungan kedua negara, tetapi juga mulai kembali menjadi perhatian serius pasar energi dunia karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global.



