Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

BPKAD Makassar Pastikan Revitalisasi Karebosi Masuk Perencanaan Anggaran 2027

Sabtu, 5 September 2026 19:50
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Kepala BPKAD Kota Makassar Muh. Dahlan

BPKAD Kota Makassar


LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memastikan rencana revitalisasi Karebosi tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah dan disiapkan untuk dilanjutkan pada tahun anggaran 2027.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Muh Dahlan, mengatakan anggaran revitalisasi Karebosi yang belum terserap pada 2026 akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) dan kembali diarahkan untuk mendukung proyek tersebut pada tahun berikutnya.


Baca: BPKAD Makassar Bahas PSU Perumnas Antang dan Rencana Penyerahan Aset


Dilansir sindomakassar.com, Dahlan menjelaskan anggaran revitalisasi Karebosi sekitar Rp48 miliar telah masuk dalam perencanaan tahun 2027 melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

"Seperti proyek Karebosi. Tahun ini proyek Karebosi tidak jalan dan baru akan dimulai tahun depan," jelasnya, Senin (1/9/2026).

Menurut Dahlan, anggaran yang tidak terserap pada tahun ini akan kembali dialokasikan untuk proyek tersebut pada 2027.

"Anggaran itu pasti tidak terpakai dan menjadi SILPA. Namun, tahun depan pasti akan digunakan kembali. Anggarannya sekitar Rp48 miliar. Kayaknya lebih besar dibanding tahun lalu. Tahun lalu sekitar Rp70-an miliar. Tahun depan anggarannya cukup besar. Sudah masuk di RKPD, angkanya sekitar Rp47 miliar hingga Rp48 miliar," tambah Dahlan.

Ia mengatakan pembahasan lebih lanjut mengenai alokasi anggaran dan sejumlah proyek besar pada 2027 baru akan dimulai secara resmi pada November mendatang.


Baca: Cegah Sengketa dan Klaim Lahan, Pemkot Makassar Melalui BPKAD Pasang Penanda Aset 4,3 Hektare di Perumnas Sudiang


"Yang jelas proyek yang pasti jalan itu seperti Jalan Untia. Untuk detail pastinya, pihak Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah yang lebih mengetahuinya," sebutnya kepada awak media.

Dahlan menjelaskan, saat ini pengawalan alokasi anggaran masih berada pada tahap perencanaan di Bappelitbangda.

Dokumen resmi terkait rencana tersebut juga belum diterima BPKAD.

"Karena prosesnya masih berada di tahap perencanaan di Bappelitbangda. Dokumen resminya belum sampai ke meja saya. Walaupun nanti sudah masuk ke Dokumen KUA-PPAS, tetap harus kita bahas bersama di DPRD. Setelah disetujui dalam pembahasan tersebut, barulah bisa dijalankan," jelasnya.

BPKAD Dorong APBD Lebih Realistis

Terkait proyeksi APBD Perubahan, Dahlan memperkirakan nilai anggaran secara makro tidak mengalami perubahan signifikan.

"Kalau di RKPD kemungkinan tidak ada perubahan signifikan, tetap bertahan di angka Rp5,1 triliun hingga Rp5,2 triliun. Hanya saja, dalam proses pembahasan biasanya beberapa teman-teman SKPD akan melakukan penyesuaian (pengurangan) agar lebih realistis," paparnya.

Menurutnya, penyesuaian tersebut diperlukan agar kegiatan yang masuk dalam APBD Perubahan benar-benar dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang tersedia.

"Di APBD Perubahan ini kita harus realistis melihat kegiatan mana yang betul-betul bisa dilaksanakan dan mana yang tidak. Jika sudah tidak memungkinkan, lebih baik dihapus," lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas fiskal, BPKAD sebelumnya juga melakukan efisiensi pada pos Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP/TSPP).

"Kemarin kita sudah melakukan efisiensi pada pos TPP/TSPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan). Anggarannya kita kurangi untuk menutupi kebutuhan kegiatan teknis di Dinas Lingkungan Hidup (DLH), khususnya terkait penanganan TPA. Untuk angka pastinya saya kurang hafal, tetapi nilainya mencapai puluhan miliar rupiah," kata Dahlan.

Dahlan meminta setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) realistis dalam melihat sisa waktu pelaksanaan kegiatan pada APBD Perubahan.

"Di APBD Perubahan nanti, tiap SKPD harus realistis melihat sisa waktu pelaksanaan yang tinggal 3 bulan. SKPD tentu akan berpikir ulang karena kita menargetkan realisasi anggaran mencapai 95% di akhir tahun. Jika ada kegiatan yang sudah tidak mungkin selesai, tentu akan dihilangkan agar tidak menurunkan persentase serapan anggaran," pesannya.

Belanja Daerah Tumbuh

Di sisi lain, BPKAD Kota Makassar mencatat realisasi belanja daerah telah mencapai 44 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 37 persen.

"Saat ini serapan belanja kita berada di angka 44%. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (37%), ada kenaikan sekitar 7%. Jadi progresnya masih lumayan bagus," ujar Dahlan.

Selain belanja, pendapatan daerah juga menunjukkan peningkatan.

"Begitu juga dengan pendapatan daerah yang sudah mencapai 59%, meningkat dari tahun lalu yang sebesar 54%," jabarnya.

Pendataan Aset Terus Dilakukan

Dahlan juga menyampaikan perkembangan pendataan aset daerah di Kecamatan Manggala.

Menurutnya, persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat khusus yang dijadwalkan pada Selasa (2/9/2026).

"Soal itu (aset di Kecamatan Manggala) besok baru akan kita rapatkan. Saya belum bisa memberikan keterangan karena besok baru dibahas atas perintah dari Pak Wali. Saat ini masih dalam proses (aset kendaraan dinas) termasuk kelanjutan kerja sama terkait aset yang ditangani oleh Kejaksaan," ucapnya.

Dahlan menyebut baru Sekretariat DPRD dan sebagian Sekretariat Daerah yang menyelesaikan pendataan aset di lingkup SKPD.

"SKPD yang sudah menyelesaikan pendataan aset baru DPRD (Makassar) dan sebagian Sekretariat Daerah. Saat ini penyusunan SK Tim Tim Penertiban Aset sedang dilanjutkan kembali untuk memproses sisa aset yang ada," pungkasnya.

Tags: BPKAD Makassar Muh Dahlan Lapangan Karebosi Pemkot Makassar

Baca Juga

Munafri Arifuddin Hadiri Rakornas TPKAD, Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo soal Akses Keuangan di Makassar
Munafri Arifuddin Hadiri Rakornas TPKAD, Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo soal Akses Keuangan di Makassar
Distaru Makassar Sosialisasikan SLF dan PBG, Pemilik Bangunan Diingatkan Penuhi Persyaratan
Distaru Makassar Sosialisasikan SLF dan PBG, Pemilik Bangunan Diingatkan Penuhi Persyaratan
Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa untuk 400 Siswa SD-SMP dari Keluarga Kurang Mampu
Pemkot Makassar Siapkan Beasiswa untuk 400 Siswa SD-SMP dari Keluarga Kurang Mampu
Munafri Instruksikan Camat-Lurah Patroli Malam, Pos Ronda Diaktifkan untuk Cegah Tawuran
Munafri Instruksikan Camat-Lurah Patroli Malam, Pos Ronda Diaktifkan untuk Cegah Tawuran
Retribusi PBG Makassar Sudah Capai 98 Persen dari Target, 56 Personel Distaru Makassar Siaga Lakukan Pengawasan
Retribusi PBG Makassar Sudah Capai 98 Persen dari Target, 56 Personel Distaru Makassar Siaga Lakukan Pengawasan
CFD Jalan Rusa Makassar Resmi Hadir, Jadi Ruang Usaha PKL
CFD Jalan Rusa Makassar Resmi Hadir, Jadi Ruang Usaha PKL

Populer

  • 1
    Kalla Toyota Pamerkan New Rush GR Sport di Toyota Auto Show 2026, Harga Mulai Rp317 Juta
  • 2
    Direktur Utama Pelindo Jasa Maritim Ajak Siswa Mengenal Dunia Kepelabuhanan
  • 3
    OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15 Persen
  • 4
    Ummi Makki, Revalina S. Temat hingga Diaz Adriani Jadi Mentor Seminggu Jadi Womanpreneur
  • 5
    Ini Daftar Lengkap Pemenang AHM Best Student 2026, Dapat Beasiswa hingga Rp5 Juta,

Ekonomi

  • Toyota Land Cruiser FJ Dipamerkan di Toyota Auto Show 2026, Harga Resmi Belum Diumumkan
    Toyota Land Cruiser FJ Dipamerkan di Toyota Auto Show 2026, Harga Resmi Belum Diumumkan
  • Pelindo Jasa Maritim Perkuat Layanan Pemanduan Kapal Lewat Dialog Pelanggan
    Pelindo Jasa Maritim Perkuat Layanan Pemanduan Kapal Lewat Dialog Pelanggan
  • Sulsel dan Selayar Raih TPAKD Award 2026 Tingkat Sulawesi
    Sulsel dan Selayar Raih TPAKD Award 2026 Tingkat Sulawesi
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID