LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Sebanyak 578 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mulai mengenal dunia kampus sekaligus mendapat pesan tentang tantangan profesi yang akan mereka jalani sebagai calon pendidik melalui Ta’aruf Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Rabu (16/9/2026).
Dekan FKIP Unismuh, Dr Baharullah, M.Pd., mengingatkan mahasiswa baru bahwa memilih jalan sebagai guru bukan sekadar memilih pekerjaan, melainkan mengambil bagian dalam pengabdian untuk mendidik manusia dan membangun karakter di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi.
“Menjadi guru itu sesungguhnya bukan hanya pekerjaan, tapi menjadi panggilan pengabdian. Seorang guru tidak hanya mengajarkan matematika, bahasa Indonesia, sains, atau pengetahuan lainnya, tetapi guru mendidik manusia, membangun karakter, dan menumbuhkan harapan,” ujar Baharullah.
Ta’aruf yang diikuti mahasiswa dari 13 program studi tersebut diikuti secara langsung oleh 554 mahasiswa, sementara 24 mahasiswa lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Bagi FKIP Unismuh, momentum tersebut menjadi awal untuk memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus membangun pemahaman mahasiswa tentang kompetensi yang perlu dipersiapkan sejak memasuki bangku kuliah.
Perubahan dunia pendidikan membuat calon guru tidak cukup hanya menguasai bidang ilmu yang akan diajarkan.
Mahasiswa juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus mengubah cara manusia belajar, mengajar dan memperoleh pengetahuan.
Guru Harus Cerdas Memanfaatkan Teknologi
Baharullah mengatakan perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, telah membawa perubahan dalam proses pendidikan.
Karena itu, mahasiswa FKIP didorong untuk tidak sekadar mengenal teknologi, tetapi mampu menggunakannya secara cerdas, kritis, etis dan bertanggung jawab.
Teknologi, menurutnya, dapat menjadi alat yang membantu proses pembelajaran, tetapi tidak boleh menghilangkan sisi kemanusiaan dari profesi guru.
Guru tetap memiliki peran penting dalam membangun karakter, menanamkan nilai dan mendampingi peserta didik dalam proses pendidikan.
“Kami di pimpinan fakultas betul-betul ingin melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, memiliki kepedulian sosial, serta memiliki semangat Islam yang berkemajuan,” tegas Baharullah.
Pesan tersebut menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru yang nantinya akan memasuki dunia profesi dengan tantangan yang semakin beragam.
Di FKIP Unismuh, proses pembentukan calon guru tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran di dalam kelas.
Mahasiswa juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang akademik melalui organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan.
PGSD Paling Banyak Diminati
Dari 578 mahasiswa baru yang diterima tahun ini, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mencatat jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 285 mahasiswa.
Setelah PGSD, Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) menerima 84 mahasiswa, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 49 mahasiswa, Pendidikan Bahasa Inggris 33 mahasiswa, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebanyak 31 mahasiswa.
Pendidikan Seni Rupa dan Pendidikan Biologi masing-masing menerima 18 mahasiswa baru.
PG-PAUD menerima 16 mahasiswa, Pendidikan Matematika 12 mahasiswa, sedangkan Teknologi Pendidikan dan Pendidikan Sosiologi masing-masing 11 mahasiswa.
Sementara itu, Pendidikan Fisika menerima enam mahasiswa dan Pendidikan IPA empat mahasiswa.
Sebaran tersebut memperlihatkan keberagaman bidang pendidikan yang menjadi ruang belajar bagi mahasiswa baru FKIP Unismuh.
Masing-masing program studi memiliki bidang keilmuan berbeda, tetapi seluruh mahasiswa diarahkan pada tujuan yang sama, yakni mempersiapkan diri sebagai calon pendidik.
Tidak Hanya Belajar di Ruang Kuliah
Selain mengejar capaian akademik, mahasiswa baru juga didorong aktif dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.
Baharullah menilai pengalaman organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, kreativitas dan kemampuan menyelesaikan persoalan.
Ketua Panitia Ta’aruf sekaligus Wakil Dekan III FKIP Unismuh, Dr Muhammad Nawir, M.Pd., mengatakan Ta’aruf menjadi pintu awal bagi mahasiswa untuk mengenal berbagai ruang pengembangan diri yang tersedia di fakultas.
“Mahasiswa baru perlu mengetahui berbaga



