LUMINASIA.ID, IPSWICH — Max Dowman mencuri perhatian saat Arsenal mengalahkan Ipswich Town 4-2 pada ajang Carabao Cup. Pemain berusia 16 tahun itu mencetak dua gol yang menunjukkan ketenangan sekaligus kemampuan individunya di lini serang.
Dowman membuka catatan golnya melalui aksi solo. Ia mampu melewati sejumlah pemain bertahan sebelum menyelesaikan peluang dengan tenang. Gol keduanya tak kalah menarik karena ia memilih menempatkan bola ke sudut bawah gawang dengan penyelesaian yang terukur.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengapresiasi penampilan tersebut, tetapi menegaskan bahwa klub tidak ingin terburu-buru memberikan beban terlalu besar kepada pemain muda itu.
"Dia berusia 16 tahun dan kami harus sangat berhati-hati," ujar Arteta seperti dikutip BBC Sport. Menurutnya, Dowman tetap akan mendapatkan kesempatan, tetapi setiap penampilannya harus diberikan dalam situasi yang tepat dengan persiapan yang memadai.
Penampilan di Portman Road menjadi kesempatan penting bagi Dowman setelah sebelumnya lebih banyak berada di bangku cadangan pada awal musim ini. Ia bahkan menjadi pemain pengganti yang tidak dimainkan dalam beberapa pertandingan Arsenal.
Perkembangan Dowman sebenarnya sudah mencuri perhatian sejak musim lalu. Ketika masih berusia 15 tahun, ia mencatat sejumlah rekor usia di Arsenal dan Liga Champions. Ia juga menjadi pencetak gol termuda Arsenal di Premier League serta bagian dari skuad yang meraih gelar liga.
Musim lalu, Dowman tampil dalam 13 pertandingan di berbagai kompetisi dan mencetak satu gol. Gol tersebut tercipta ketika Arsenal menghadapi Everton dalam fase akhir perebutan gelar dan kemudian terpilih sebagai gol terbaik klub pada musim tersebut.
Kini, tantangan berikutnya adalah mendapatkan menit bermain secara konsisten di tengah persaingan ketat dalam skuad Arsenal. Para pemain seperti Bukayo Saka, Christos Tzolis, Martin Odegaard dan Kai Havertz menjadi pilihan utama dalam pertandingan liga sejauh ini.
Gelandang Arsenal Mikel Merino juga menilai Dowman memiliki potensi besar. Namun, ia mengingatkan bahwa pemain tersebut masih membutuhkan banyak pembinaan, terutama dalam aspek taktik.
"Dia baru 16 tahun, jadi dia masih membutuhkan banyak pelatihan," kata Merino. Ia menambahkan bahwa Dowman memiliki kemauan belajar dan rekan-rekan setimnya akan terus membantu proses perkembangannya.
Dua gol melawan Ipswich sekaligus memperlihatkan mengapa Dowman mendapat sorotan besar. Meski demikian, Arsenal menghadapi tugas untuk menjaga agar ekspektasi terhadap sang pemain tidak berkembang terlalu cepat.
Bagi Dowman, pertandingan tersebut bukan sekadar kesempatan mencetak dua gol. Performa itu menjadi bukti bahwa ia mampu memberikan kontribusi ketika dipercaya tampil penuh, sekaligus membuka peluang untuk memperoleh peran yang lebih besar di tim utama Arsenal.



