LUMINASIA.ID, JAKARTA — Sydney, Australia, terus menjadi salah satu kota yang menarik perhatian investor, pelaku bisnis, hingga tokoh dari berbagai sektor.
Kota terbesar di Australia tersebut dinilai tidak hanya menawarkan pariwisata dan gaya hidup, tetapi juga peluang bisnis, investasi, inovasi, serta konektivitas global.
Founder dan CEO One Global, Iwan Sunito, mengatakan sejumlah kunjungan tokoh Indonesia ke Sydney dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan masih kuatnya daya tarik kota tersebut bagi masyarakat Indonesia yang memiliki kepentingan bisnis maupun investasi global.
“Sydney bukan hanya tentang pemandangan yang indah atau gaya hidup. Bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang,” ujar Iwan.
Menurutnya, kunjungan para tokoh dari sektor bisnis, pemerintahan, ekonomi, olahraga hingga industri kreatif juga mencerminkan hubungan Indonesia dan Australia yang terus berkembang, khususnya dalam melihat peluang di salah satu kota ekonomi utama dunia.
Salah satu kunjungan dilakukan mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, bersama delegasi Surabaya Business Forum. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari Sydney Business Insights & Mini Marathon yang mempertemukan komunitas bisnis Indonesia dengan berbagai perspektif mengenai bisnis, investasi, pariwisata, serta perkembangan Sydney.
Iwan yang menerima kunjungan Sandiaga dan delegasi di One Global Resorts Green Square mengatakan pertemuan tersebut memiliki makna personal karena keduanya telah saling mengenal sejak Sandiaga menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta.
“Saya telah mengenal Sandiaga cukup lama, sejak beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, pertemuan kali ini terasa cukup spesial. Kami tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga bertukar pikiran dan ide, serta melihat berbagai perkembangan dari perspektif masing-masing,” tuturnya.
Menurut Iwan, pelaku usaha dan komunitas bisnis Indonesia yang datang ke Sydney tidak hanya melihat gedung maupun properti, tetapi juga ingin memahami pergerakan pasar, pembangunan infrastruktur, perkembangan masyarakat, hingga peluang yang dapat dikembangkan.
Kunjungan lainnya dilakukan mantan Menteri Perdagangan dan mantan Managing Director of Development Policy and Partnerships World Bank, Mari Elka Pangestu, yang berada di Sydney untuk mengikuti Sydney Marathon.
Iwan mengatakan pertemuan tersebut juga memiliki arti khusus karena Mari merupakan sahabat lamanya.
“Mari adalah sahabat lama saya. Tentu menyenangkan bisa bertemu, berbincang dan bertukar pandangan dengan beliau saat berada di Sydney. Pembicaraannya pun tidak hanya mengenai bisnis, tetapi juga mengenai bagaimana Indonesia dan Australia terus berkembang dan memiliki banyak ruang untuk saling terhubung,” ungkapnya.
Sementara itu, dari sektor industri kreatif, aktor laga internasional sekaligus mantan atlet judo nasional, Joe Taslim, juga menginap di One Global Resorts Green Square bersama timnya.
Iwan menilai tiga kunjungan pada September tersebut, meski berasal dari latar belakang berbeda, memperlihatkan daya tarik Sydney sebagai kota global.
“Hal yang menarik bagi saya adalah orang datang ke Sydney dengan alasan yang berbeda-beda. Ada yang datang untuk bisnis, ada yang untuk olahraga, ada yang bertemu teman, ada yang mengeksplorasi peluang. Tetapi semuanya bertemu pada satu hal: Sydney masih menjadi kota yang ingin mereka datangi dan pahami,” katanya.
Ekosistem Kota Jadi Pertimbangan Investor
Iwan mengatakan daya tarik Sydney bagi investor tidak hanya ditentukan sektor properti. Infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, gaya hidup, hingga lingkungan bisnis turut menjadi pertimbangan dalam melihat peluang investasi.
“Investor saat ini tidak hanya melihat sebuah aset. Mereka juga melihat kotanya. Apakah kota tersebut memiliki konektivitas? Apakah ekonominya berkembang? Apakah orang ingin tinggal, bekerja, berbisnis dan menghabiskan waktu di sana? Semua itu menjadi bagian dari value sebuah investasi,” jelasnya.
Perkembangan tersebut juga tercermin dari kinerja One Global Resorts Green Square. Pada periode Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima tersebut mencatat rata-rata okupansi 95,07 persen dengan gross income sekitar AU$10,8 juta.
Properti milik One Global Capital tersebut juga memperoleh penghargaan Travelers' Choice Best of the Best 2026 dari Tripadvisor dan berada di posisi ke-11 dari 195 hotel di Sydney.
Bagi Iwan, pencapaian tersebut bukan sekadar angka karena menunjukkan aktivitas orang yang datang, tinggal, bekerja, bertemu, dan menikmati Sydney.
Baca: One Global Capital Buka Akses Eksklusif Investasi Properti di Asia-Pasifik bagi Investor Indonesia
Sebagai pengusaha kelahiran Indonesia yang membangun karier dan bisnis di Australia, Iwan melihat hubungan kedua negara memiliki ruang pengembangan yang besar.
“Saya lahir di Indonesia dan membangun bisnis di Australia. Jadi ketika melihat semakin banyak orang Indonesia datang ke Sydney, saya melihatnya sebagai sebuah jembatan. Ada hubungan yang terus tumbuh antara kedua negara, bukan hanya melalui perdagangan dan investasi, tetapi juga melalui people-to-people connection,” katanya.
Iwan menilai kota-kota global akan terus mengalami perubahan. Kemampuan menarik talenta, modal, wisatawan, pelaku usaha, dan investor menjadi salah satu faktor penting bagi daya saing kota dalam jangka panjang.
“Pasar bisa naik-turun. Kondisi ekonomi juga bisa berubah. Tetapi kota yang memiliki fundamental kuat akan terus beradaptasi. Sydney memiliki ekosistem yang membuat orang ingin kembali, bukan hanya sekali, tetapi berkali-kali,” katanya.
“Orang datang tidak hanya untuk melihat Sydney, tetapi untuk menjadi bagian dari kota ini, bisa hanya untuk beberapa hari, beberapa bulan, atau jangka panjang,” pungkasnya.
Tentang One Global Capital
One Global Capital merupakan platform investasi, pengembangan properti, hospitality, dan pengelolaan aset yang didirikan Iwan Sunito, penerima penghargaan EY Entrepreneur of the Year dan Urban Taskforce Property Person of the Year Australia.
Iwan Sunito juga dikenal sebagai pendiri Crown Group, Skye Suites, The Grand Eastlakes, One Global Resorts, dan One Global Capital.
Selama lebih dari tiga dekade berkarier di industri properti internasional, Iwan telah berperan dalam pengembangan proyek-proyek properti dengan nilai pengembangan lebih dari AUD9 miliar di Australia.
Saat ini, One Global Capital mengelola aset hospitality, retail, mixed-use, dan proyek pengembangan strategis di Sydney. Asset Under Management ditargetkan melampaui Rp12 triliun, sementara development pipeline sekitar Rp50 triliun ditargetkan bertumbuh menjadi lebih dari Rp72 triliun sebelum akhir 2026.
Portofolio perusahaan mencakup The Grand Eastlakes Shopping Centre, One Global Resorts Green Square, One Macquarie Park, Five Dock Precinct, serta berbagai proyek strategis lainnya di Australia, Asia Tenggara, Amerika Utara, dan Timur Tengah.
Dengan visi membangun platform bisnis global yang menghubungkan modal, peluang, dan talenta lintas negara, One Global Capital terus memperluas jaringan melalui kemitraan strategis, inovasi, dan pengembangan aset berkelanjutan.



