LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan silaturahmi dan audiensi ke PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), Selasa (29/9), sebagai bagian dari rangkaian agenda di Sulawesi Selatan untuk memperkuat koordinasi sekaligus memperoleh gambaran mengenai sejumlah sektor strategis, termasuk kemaritiman.
Rombongan DPN yang dipimpin Deputi Bidang Geoekonomi Dr. Yayat Ruyat, M.Eng. tersebut diterima langsung Direktur Operasi PT Pelindo Jasa Maritim Warsilan bersama jajaran manajemen PJM di Makassar.
Rombongan DPN turut didampingi Tenaga Ahli Utama Geoekonomi Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, M.Sc., Tenaga Ahli Madya Geoekonomi Laksma TNI Agustinus Djoko Priyanto, S.E., M.Si., Tenaga Ahli Muda Geoekonomi Kolonel Cba Pri Ahmadiyanto, S.Sos., serta Tenaga Terampil Geoekonomi Nadia Talita Putri, S.IP., M.M.
Sementara Warsilan didampingi SVP Sekretaris Perusahaan Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, SVP Hukum Raplin Halid, serta SVP Perencanaan Strategis dan Pengendalian Performa Teddy Indra Yudhana.
Dalam audiensi tersebut, PJM menyampaikan gambaran mengenai wilayah kerja serta peran dan kapabilitas perusahaan dalam menyediakan jasa kemaritiman, khususnya pelayanan pemanduan dan penundaan kapal.
Pembahasan juga mencakup penguatan peran sektor kemaritiman dalam mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas nasional, sejalan dengan arah penguatan dan optimalisasi kinerja perusahaan di lingkungan Danantara.
Direktur Operasi PT Pelindo Jasa Maritim Warsilan mengatakan PJM senantiasa terbuka membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung penguatan sektor kemaritiman.
“Kami meyakini bahwa sinergi dan komunikasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan merupakan fondasi penting dalam menghadirkan layanan yang terintegrasi, memberikan kepastian bagi pengguna jasa, serta mendukung kelancaran konektivitas maritim nasional. PJM juga terus memperkuat kapabilitas dan mengembangkan layanan jasa kemaritiman untuk mendukung ekosistem pelayanan kepelabuhanan yang terintegrasi di lingkungan Pelindo Group,” ujar Warsilan.
Warsilan menambahkan, penguatan sinergi antarentitas dalam Pelindo Group menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan dan kemaritiman yang saling terhubung.
Menurutnya, keterhubungan layanan tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan optimal terhadap kebutuhan operasional kapal dan aktivitas kepelabuhanan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui audiensi tersebut, PJM berharap hubungan dan komunikasi yang telah terjalin dengan DPN dapat terus diperkuat sekaligus membuka ruang kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan sektor kemaritiman Indonesia.
Potensi kolaborasi mulai terbuka melalui pertukaran informasi mengenai kendala bisnis dan operasional pemanduan dan penundaan kapal di berbagai lokasi kerja PJM yang disampaikan kepada DPN.
Kegiatan audiensi ditutup dengan apresiasi DPN kepada PJM dan sambutan positif atas kehadiran PJM dalam mendorong perekonomian dan pemerataan kesejahteraan, terutama untuk Indonesia Timur.
Kegiatan audiensi dengan PJM merupakan salah satu agenda dalam rangkaian Kunjungan Kerja Dalam Negeri (KKDN) DPN di Provinsi Sulawesi Selatan yang juga mencakup kunjungan ke sejumlah instansi, perusahaan, serta lokasi strategis di wilayah Sulawesi Selatan.
PT Pelindo Jasa Maritim atau PJM merupakan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 setelah integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
PJM telah berpengalaman mengelola lima klaster bisnis, yaitu jasa layanan marine, jasa peralatan pelabuhan (Equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), dan jasa utilitas kepelabuhanan (Port Services).
Wilayah operasional PJM mencakup seluruh Nusantara yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke, dengan perusahaan juga terbuka untuk bekerja sama dan bersinergi dalam dukungan layanan dengan mitra strategis, baik entitas domestik maupun luar negeri.
PJM saat ini mengelola delapan anak perusahaan, yaitu PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (JAI), PT Pelindo Marine Service (PMS), PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Pengerukan Indonesia (Rukindo), PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), PT Pelindo Solusi Maritim (PSM), PT Intan Sejahtera Utama (ISMA), dan PT Lamong Energi Indonesia (LEGI).
PJM juga memiliki dua cucu perusahaan, yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) dan PT Pelindo Energi Logistik (PEL).
Dengan keberagaman segmen bisnis tersebut, PJM mampu menyediakan integrated one stop service bagi pengguna jasanya.




