LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Mal Ratu Indah menggandeng Rappo Indonesia untuk mengolah limbah tutup botol plastik dari tenant Food and Beverage (FnB) SAO Eating Point menjadi furnitur yang dapat dimanfaatkan pengunjung.
Program yang mulai dilaksanakan pada September 2026 ini merupakan bagian dari komitmen Kalla Property dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab di lingkungan pusat perbelanjaan.
Pada tahap awal, pengumpulan dan pengangkutan limbah tutup botol plastik telah mencapai 10 kilogram. Pengangkutan berikutnya akan dilakukan setelah limbah yang terkumpul kembali mencapai minimal 10 kilogram.
Limbah tersebut selanjutnya diolah Rappo Indonesia menjadi furnitur yang direncanakan untuk digunakan pengunjung di area SAO Eating Point, Mal Ratu Indah.
Marketing & Communication Manager Kalla Property, Datu Primadona Husain, mengatakan kolaborasi ini menjadi salah satu upaya perusahaan untuk memberikan nilai tambah terhadap material yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah.
“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang mengurangi jumlah sampah, tetapi juga bagaimana melihat potensi dari material yang selama ini dianggap tidak lagi memiliki nilai guna. Melalui kolaborasi dengan Rappo Indonesia, kami ingin mendorong agar limbah plastik dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memberikan pengalaman positif bagi pengunjung. Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi langkah kecil yang memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan,” ujar Datu.
Rappo Indonesia merupakan usaha sosial yang bergerak di bidang ekonomi sirkular dan fesyen ramah lingkungan. Usaha ini mengolah sampah plastik sekali pakai, termasuk kantong plastik serta limbah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan low-density polyethylene (LDPE), menjadi berbagai produk bernilai guna.
Melalui kerja sama tersebut, Mal Ratu Indah membuka peluang pemanfaatan limbah plastik secara lebih produktif dengan melibatkan mitra yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.
Program pengumpulan limbah ini direncanakan berlangsung hingga Desember 2026. Selama periode tersebut, Mal Ratu Indah akan terus mengumpulkan tutup botol plastik dari tenant SAO Eating Point untuk diserahkan kepada Rappo Indonesia sesuai dengan target berat yang telah ditentukan.
Inisiatif ini melanjutkan upaya Kalla Property dalam mengembangkan program keberlanjutan lingkungan di pusat perbelanjaan. Sebelumnya, NIPAH PARK telah berkolaborasi dengan Berdaur untuk mengolah tutup botol plastik bekas menjadi furnitur yang dikumpulkan melalui pengumpulan sampah serupa di area Ja & Joy.
Pemanfaatan material daur ulang tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pusat perbelanjaan. Upaya ini juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas fasilitas bagi pengunjung.
Kalla Property turut mendorong keterlibatan tenant dalam pengelolaan limbah sejak dari sumbernya. Melalui program ini, tenant tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas bisnis pusat perbelanjaan, tetapi juga berperan dalam upaya mengurangi sampah dan meningkatkan pemanfaatan material yang masih memiliki nilai guna.
Kolaborasi dengan mitra pengolahan limbah diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha ramah lingkungan di Makassar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah dan mengolah sampah.
Kalla Property berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inisiatif yang memperhatikan aspek dan dampak lingkungan melalui kolaborasi dengan mitra serta pemanfaatan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.




