LUMINASIA.ID, IKN - Profesor dari University of Seoul, Korea Selatan, ChunHo Yeom, memberikan penilaian positif terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia mengaku terkesan dengan keindahan alam Nusantara yang dinilai menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan kota-kota lain di dunia.
Dilansir CNBC, dalam keterangannya melalui video yang diunggah akun Instagram resmi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Yeom mengatakan bahwa kesan pertamanya ketika mengunjungi Nusantara adalah perpaduan antara pembangunan kota dan lingkungan alam.
Menurutnya, konsep pembangunan yang mengintegrasikan kawasan perkotaan dengan alam menjadi daya tarik utama IKN. Bahkan, ia menilai keindahan Nusantara memiliki karakteristik yang sulit ditemukan di kota-kota lain.
Meski demikian, Yeom menegaskan bahwa IKN belum sepenuhnya memenuhi standar sebuah kota pintar atau smart city. Ia melihat Nusantara masih berada dalam tahap pengembangan untuk mencapai konsep tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan IKN membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk OIKN dan Korea Selatan, yang turut terlibat dalam upaya membangun ekosistem kota pintar di ibu kota baru Indonesia.
Yeom menyebut terdapat dua elemen penting yang membedakan smart city dengan kota konvensional, yakni data dan konektivitas. Menurutnya, informasi harus dikumpulkan, dianalisis, diolah, dan dimanfaatkan agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Selain infrastruktur teknologi, ia juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menentukan keberhasilan pembangunan IKN.
Menurut Yeom, pembangunan Nusantara memiliki tantangan berbeda dibandingkan transformasi kota yang sudah ada menjadi kota pintar. IKN dibangun dari kawasan yang sebelumnya belum berkembang sebagai pusat perkotaan modern sehingga membutuhkan banyak keputusan strategis sejak tahap awal.
Karena itu, ia menilai OIKN perlu membentuk tim yang kompeten untuk memastikan setiap keputusan pembangunan didasarkan pada perencanaan dan strategi yang tepat.
Yeom menekankan bahwa kesalahan dalam pengambilan keputusan sejak tahap awal dapat memengaruhi keberhasilan pembangunan kota dalam jangka panjang. Pemilihan sumber daya manusia yang tepat dan strategi yang matang dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kegagalan.
Keterlibatan Korea Selatan dalam pengembangan IKN juga menunjukkan adanya peluang kerja sama internasional dalam pembangunan kota berbasis teknologi. Pengalaman Korea Selatan dalam pengembangan perkotaan dan teknologi digital dapat menjadi salah satu referensi bagi Indonesia dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota pintar.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Yeom melihat IKN memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kota pintar berkelas dunia, terutama apabila pembangunan teknologi, konektivitas, sumber daya manusia, dan kelestarian lingkungan dapat berjalan secara terintegrasi.
Profesor University of Seoul, Korea Selatan, ChunHo Yeom, mengaku terkesan dengan keindahan alam Ibu Kota Nusantara (IKN) saat melakukan kunjungan langsung ke kawasan ibu kota baru Indonesia tersebut. Ia menilai konsep pembangunan Nusantara yang mengintegrasikan lingkungan alam dengan kawasan perkotaan menjadi salah satu keunggulan utama IKN.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram resmi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Yeom menyebut Nusantara memiliki keindahan yang menurutnya bahkan melampaui sejumlah kota lain di dunia.
Meski memberikan apresiasi, Yeom menilai pembangunan IKN sebagai kota pintar atau smart city masih membutuhkan proses panjang. Menurutnya, Nusantara belum sepenuhnya mencapai karakteristik kota pintar, tetapi sedang bergerak menuju konsep tersebut melalui berbagai upaya pengembangan dan kerja sama internasional.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua elemen utama yang membedakan kota pintar dengan kota konvensional, yakni data dan konektivitas. Pengelolaan informasi menjadi aspek penting karena data yang dikumpulkan harus mampu dianalisis, diolah, dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta kehidupan masyarakat.
Yeom juga menyoroti tantangan pembangunan IKN yang berbeda dengan pengembangan kota pintar di kawasan perkotaan yang sudah lebih dahulu terbentuk. Nusantara dibangun dari kawasan yang sebelumnya belum memiliki struktur perkotaan modern, sehingga membutuhkan banyak keputusan strategis sejak tahap awal.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tersebut sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan kemampuan para pengambil kebijakan dalam menentukan arah pengembangan kota.
Ia menilai OIKN perlu melibatkan tenaga profesional yang kompeten agar keputusan pembangunan dapat dilakukan secara tepat, sekaligus mengurangi risiko kesalahan dan kegagalan dalam proses pengembangan.
Korea Selatan sendiri turut menjalin kerja sama dalam pengembangan konsep kota pintar di Nusantara. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan teknologi, konektivitas, serta sistem pengelolaan perkotaan yang lebih terintegrasi.
Bagi Yeom, keindahan alam yang dimiliki Nusantara merupakan modal penting dalam membangun identitas kota masa depan. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi dengan perencanaan strategis, kesiapan teknologi, dan kualitas tata kelola agar IKN dapat berkembang menjadi kota pintar yang berdaya saing internasional.




