Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Makassar

API Desak Hentikan Kekerasan Negara, Warga Sipil Makassar Founder Girl No Abuse Soroti Nilai Budaya Sulawesi Selatan

Jumat, 29 Agustus 2025 17:49
Editor: Luminasia.id
  • Bagikan
Warga sipil Makassar founder Girl No Abuse berbicara mewakili perempuan Makassar

Luminasia, Makassar, 29 Agustus 2025 – Aliansi Perempuan Indonesia (API) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan praktik kekerasan negara, mencabut fasilitas berlebihan bagi DPR, serta memberikan keadilan bagi korban aparat. Desakan ini muncul setelah kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang tewas usai dilindas mobil aparat saat aksi massa.

Dalam rilis resminya, API menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari wajah kekerasan negara yang sistematis. Aparat dianggap menggunakan cara represif untuk membungkam suara rakyat, sementara pejabat dan DPR menikmati fasilitas dan tunjangan berlimpah di tengah penderitaan masyarakat.

“Rakyat yang menyuarakan protes justru dipukuli, ditangkap tanpa alasan jelas, hingga ditembak gas air mata tanpa pandang bulu. Perempuan dan pelajar pun tidak luput dari intimidasi dan kekerasan,” demikian pernyataan API.

Aliansi tersebut juga menilai pemerintahan Prabowo semakin menunjukkan kecenderungan militeristik dan abai terhadap kesejahteraan rakyat. Anggaran untuk kepentingan publik ditekan, sementara tunjangan DPR justru dinaikkan. Hal ini dianggap memperlebar jurang ketidakadilan sosial.

API menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain reformasi kepolisian menyeluruh, penghentian budaya militeristik, pencabutan fasilitas istimewa bagi DPR, transparansi kebijakan perpajakan, serta penghentian represi terhadap rakyat yang menyuarakan aspirasi.

Dian Aditya Ning Lestari (Diku), warga sipil Makassar yang juga founder Girl No Abuse, menyampaikan bahwa kekerasan aparat bertolak belakang dengan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan. “Nilai kekerasan yang dianut aparat tidak sesuai dengan Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge dari Sulawesi Selatan yang mementingkan perdamaian,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya transparansi dari aparat dan wakil rakyat. “Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas dari para pelaku kekerasan aparat serta anggota dewan yang menggunakan pajak rakyat,” kata Diku.

Lebih lanjut, Diku menyoroti dampak kebijakan militeristik terhadap layanan publik. “Fokus pada militeristik membuat operasional bantuan untuk korban kekerasan seksual berkurang, seperti minimnya jumlah konseling yang bisa dilakukan PUSPAGA maupun menurunnya biaya operasional bagi rumah aman,” tambahnya.

API bersama puluhan organisasi perempuan, buruh, dan masyarakat sipil dari berbagai daerah di Indonesia menegaskan sikap bersama untuk terus menekan pemerintah menghentikan praktik represif, menuntut reformasi menyeluruh, serta mengembalikan demokrasi yang berpihak pada rakyat.

Tags: Girl No Abuse

Baca Juga

Girl, No Abuse! Buka Program Puan Pulih, Intervensi Psikologis Gratis bagi Penyintas Hubungan Abusif
Girl, No Abuse! Buka Program Puan Pulih, Intervensi Psikologis Gratis bagi Penyintas Hubungan Abusif
Berawal dari Trauma Pernah Alami Kekerasan dalam Hubungan, Aktivis Dian Aditya Hadirkan Girl No Abuse sebagai Ruang Aman Perempuan Makassar
Berawal dari Trauma Pernah Alami Kekerasan dalam Hubungan, Aktivis Dian Aditya Hadirkan Girl No Abuse sebagai Ruang Aman Perempuan Makassar
Dignity Hygiene Kits for Gaza Women: Wujud Cinta dan Kepedulian dari Indonesia untuk Palestina
Dignity Hygiene Kits for Gaza Women: Wujud Cinta dan Kepedulian dari Indonesia untuk Palestina

Populer

  • 1
    VIDEO: Pesawat Cassa TNI Tergelincir di Bandara Hasanuddin Makassar, Kini Sudah Dievakuasi
  • 2
    Lowongan Kerja: Honda Asmo Sulsel Cari Karyawan, Kepala Bengkel dan Team Leader
  • 3
    Begini Aktivitas Appi di Hari Libur, Pantau Aktivitas Pulau Lanjukang hingganam Pohon Ta
  • 4
    Gajah Sena PSI Sulsel Perkuat Basis Kader hingga Kecamatan dan Kelurahan, Bidik Satu Fraksi di Makassar
  • 5
    Adira Expo Hadir di Sengkang, Tawarkan Solusi Pembiayaan dan Promo Kemerdekaan

Ekonomi

  • OJK Dorong Pembiayaan Kakao Sulsel Tembus Rantai Nilai, Petani hingga UMKM Disasar
    OJK Dorong Pembiayaan Kakao Sulsel Tembus Rantai Nilai, Petani hingga UMKM Disasar
  • Penjualan Motor Honda di Sulsel Sepanjang 2026 Tunjukkan Perkembangan Positif, Matic Masih Jadi Favorit
    Penjualan Motor Honda di Sulsel Sepanjang 2026 Tunjukkan Perkembangan Positif, Matic Masih Jadi Favorit
  • KP2KP Masamba Bimbing Bendahara Pemda Luwu Utara Kelola Pajak Lewat Coretax
    KP2KP Masamba Bimbing Bendahara Pemda Luwu Utara Kelola Pajak Lewat Coretax

Peristiwa

  • Tiba di Lokasi Bencana Gempa NTT Prabowo Langsung Pimpin Rapat, Setujui Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
    Tiba di Lokasi Bencana Gempa NTT Prabowo Langsung Pimpin Rapat, Setujui Gudang Logistik Bencana di Tiap Daerah
  • Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR Bakal Bawa Beragam Tuntutan, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
    Aksi Demo 27 Agustus 2026 di DPR Bakal Bawa Beragam Tuntutan, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus
  •  BeAT dan Scoopy Jadi Motor Honda Paling Banyak Diminati di Sulsel
    BeAT dan Scoopy Jadi Motor Honda Paling Banyak Diminati di Sulsel
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID