Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Berawal dari Trauma Pernah Alami Kekerasan dalam Hubungan, Aktivis Dian Aditya Hadirkan Girl No Abuse sebagai Ruang Aman Perempuan Makassar

Selasa, 27 Januari 2026 10:33
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Dian Aditya, penyintas kekerasan yang kini mendirikan Girl No Abuse

LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Dian Aditya Ning Lestari seorang aktivis perempuan yang kini menetap di Makassar, secara terbuka mengungkap pengalaman pahit sebagai penyintas kekerasan yang dialaminya saat masih berkuliah di Jakarta.

Pengakuan tersebut disampaikannya sebagai bagian dari langkah advokasi sekaligus pendirian komunitas Girl No Abuse, sebuah inisiatif yang telah dirintis sejak 2021 dan berfokus pada pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan.

Dian menuturkan kekerasan itu dialaminya dalam relasi personal dengan seseorang berinisial S yang merupakan teman kuliahnya kala itu.

Ia mengaku mengalami kekerasan fisik, tekanan psikologis, hingga berada dalam situasi yang membahayakan keselamatannya.

“Saya pernah dipukul, diberi obat sampai tidak sadarkan diri, bahkan hampir dijual ke orang lain, itu pengalaman yang sangat traumatis,” ujar Dian saat ditemui di Makassar.

Menurut pengakuannya, peristiwa tersebut terjadi secara bertahap dan berlangsung dalam periode tertentu selama ia tinggal di Jakarta.

Dian menyebut pada saat itu dirinya berada dalam kondisi rentan dan sulit meminta pertolongan karena tekanan mental serta rasa takut.

Ia mengatakan titik balik terjadi ketika memutuskan keluar dari situasi tersebut dan kembali ke Makassar demi menyelamatkan diri.

Kepulangan ke Makassar menjadi awal proses pemulihan yang panjang, baik secara fisik maupun psikologis.

“Pulang ke Makassar adalah keputusan untuk bertahan hidup, dari situ saya mulai memulihkan diri dan belajar berbicara,” kata Dian.

Pengalaman sebagai penyintas mendorong Dian terlibat aktif dalam isu perlindungan perempuan.

Sejak 2021, ia mengembangkan Girl No Abuse sebagai ruang aman berbasis komunitas yang menyediakan edukasi, pendampingan, dan sumber daya bagi perempuan korban kekerasan psikologis, fisik, dan seksual.

Melalui Girl No Abuse, Dian secara konsisten mengangkat isu kekerasan psikologis yang mencakup kekerasan verbal, spiritual, serta berbagai bentuk manipulasi psikis untuk mengontrol korban dan mengambil alih hidupnya.

Edukasi tersebut menyoroti praktik name-calling, penghinaan, intimidasi, dan tekanan emosional yang kerap dinormalisasi dalam relasi abusif dengan penegasan bahwa “love doesn’t hurt.”

Girl No Abuse juga memberi perhatian pada kekerasan fisik yang mencakup pemukulan, penyiksaan, pengurungan, hingga tindakan lain yang melukai tubuh korban.

Dian menilai kekerasan fisik sering kali didahului oleh kekerasan psikologis yang tidak disadari atau diabaikan oleh lingkungan sekitar.

Isu kekerasan seksual menjadi salah satu fokus utama Girl No Abuse.

Dalam materi edukasinya, komunitas ini menekankan bahwa kekerasan seksual tidak terbatas pada pemerkosaan, tetapi juga mencakup pemaksaan, pemberian obat tanpa persetujuan, ancaman seksual, eksploitasi, serta pelanggaran atas kontrol dan persetujuan tubuh korban.

Selain edukasi, Girl No Abuse juga membahas proses membangun kembali hidup pascakekerasan, termasuk kondisi penyintas yang kerap ditinggalkan tanpa pekerjaan, tanpa uang, dan tanpa sistem pendukung.

Menurut Dian, kondisi tersebut sering kali disengaja oleh pelaku agar korban sepenuhnya bergantung dan terisolasi.

Konten lain yang dikembangkan mencakup cara menghindari pelaku kekerasan, pengenalan ciri dan tanda abuser, indikasi seseorang mengalami kekerasan, serta alasan pelaku melakukan tindak kekerasan.

Girl No Abuse juga menyediakan help resources berupa rujukan lembaga bantuan hukum, pendampingan psikologis, dan saluran bantuan bagi korban kekerasan fisik maupun seksual.

Dian menegaskan keberaniannya berbicara bukan sekadar membuka luka lama, melainkan mendorong kesadaran publik bahwa kekerasan terhadap perempuan masih nyata dan sering terjadi di lingkungan terdekat.

“Saya berbagi cerita agar perempuan lain tahu bahwa mereka tidak sendirian dan selalu ada jalan untuk keluar dari kekerasan,” ujarnya.

Hingga kini, Dian menyampaikan bahwa pengakuan tersebut merupakan kesaksiannya sebagai korban.

Melalui Girl No Abuse, ia berharap masyarakat semakin peka terhadap isu kekerasan berbasis gender dan lebih aktif mendukung upaya pencegahan, pemulihan, serta perlindungan menyeluruh bagi para penyintas.

Dipaparkan Dian, untuk perempuan Makassar korban yang membutuhkan bantuan untuk konsultasi bisa menghubungi Dian melalui link Girl No Abuse: https://carilayanan.com/listing/girl-no-abuse/ 

Tags: Girl No Abuse Dian Aditya Ning Lestari KDRT

Baca Juga

Pria Pukuli Istrinya yang Lagi Hamil Tua, Gegara Tak Terima Dilarang Nonton Porno
Pria Pukuli Istrinya yang Lagi Hamil Tua, Gegara Tak Terima Dilarang Nonton Porno
Rayakan HUT ke-21, Kalla Lines Gelar Khitanan Massal dan Bantu Ponpes di Konawe
Rayakan HUT ke-21, Kalla Lines Gelar Khitanan Massal dan Bantu Ponpes di Konawe
Serunya Nobar Euro 2024, di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar Hanya Rp48 Ribu
Serunya Nobar Euro 2024, di Swiss-Belinn Panakkukang Makassar Hanya Rp48 Ribu
SMP Telkom Makassar Gelar Pelatihan Cyber Security untuk Siswa, Antisipasi Kejahatan Dunia Maya
SMP Telkom Makassar Gelar Pelatihan Cyber Security untuk Siswa, Antisipasi Kejahatan Dunia Maya

Populer

  • 1
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • 2
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • 3
    Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan ke 28 Maret 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dijadwalkan Hadir
  • 4
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
  • 5
    Kebakaran Kios Barang Bekas di Soekarno-Hatta Bandung, Aktivitas Warga Terdampak dan Risiko Tata Kelola Disorot

Ekonomi

  • Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
    Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
  • Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal
    Proyek Mobil Listrik Honda Gagal, Afeela dan Seri 0 Tak Jadi Diproduksi Massal

Peristiwa

  • Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
  • Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
    Samin Tan Crazy Rich Indonesia Jadi Tersangka Kasus Tambang Ilegal, Ini Profilnya
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID