LUMINASIA.ID – Umat Islam dianjurkan membaca doa saat berbuka puasa sebagai bentuk syukur setelah menahan lapar dan dahaga seharian. Pada Ramadhan 1447 Hijriah, bacaan doa buka puasa shahih kembali menjadi rujukan agar ibadah yang dijalankan selaras dengan tuntunan Rasulullah SAW.
Melafalkan doa ketika berbuka termasuk adab yang sangat dianjurkan. Selain menyempurnakan ibadah, momen berbuka juga diyakini sebagai waktu mustajab untuk memanjatkan doa.
Berikut bacaan doa buka puasa shahih lengkap teks Arab, latin, dan terjemahannya.
1. Doa buka puasa Shahih Riwayat Ibnu Umar
Doa ini dinilai paling kuat derajat keshahihannya oleh mayoritas ulama hadits dan dibaca setelah membatalkan puasa dengan minum atau makanan ringan.
Teks Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud No. 2357).
2. Doa Doa buka puasa Allahumma Laka Shumtu
Doa ini sangat populer di Indonesia dan kerap dibaca sebelum atau saat membatalkan puasa.
Teks Arab:
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Meski terdapat perbedaan pendapat terkait sanadnya, maknanya baik dan diperbolehkan sebagai doa umum.
3. Doa Doa buka puasa Versi Lengkap
Teks Arab:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Zat Yang Maha Penyayang.”
Keutamaan Menyegerakan Berbuka
Menyegerakan berbuka saat waktu Maghrib tiba merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, “Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
Prinsip ini menunjukkan ketaatan terhadap batas waktu yang telah ditetapkan Allah SWT sekaligus menegaskan bahwa Islam tidak memberatkan umatnya. Dari sisi kesehatan, berbuka tepat waktu membantu memulihkan energi dan cairan tubuh setelah berpuasa lebih dari 12 jam.
Sunnah Berbuka Puasa
Selain membaca doa, terdapat beberapa sunnah yang dianjurkan saat berbuka, di antaranya:
-
Mengucapkan basmalah sebelum makan.
-
Berbuka dengan kurma dalam jumlah ganjil. Jika tidak tersedia, dapat diganti dengan air putih.
-
Tidak berlebihan saat makan agar tidak mengganggu ibadah setelahnya.
-
Memberi makan orang yang berpuasa, karena pahalanya setara dengan orang yang menjalankan puasa tersebut.
Ramadan menjadi momentum memperkuat ibadah sekaligus meningkatkan kualitas spiritual. Dengan memahami doa buka puasa shahih beserta sunnahnya, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan 1447 H dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.

