LUMINASIA.ID, NASIONAL - Bulan Rajab dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Banyak umat muslim memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan ibadah, salah satunya dengan menjalankan puasa sunnah. Namun, dengan bulan Ramadhan yang semakin dekat, muncul pertanyaan: apakah sah menjalani puasa Rajab sekaligus untuk qadha puasa Ramadhan?
Dilansir Suara.com, menurut para ulama, puasa sunnah Rajab dan qadha puasa Ramadhan memiliki hukum yang berbeda. Puasa qadha Ramadhan wajib dilakukan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan sebelumnya, sedangkan puasa Rajab bersifat sunnah. Kedua jenis puasa ini tidak bisa digabungkan niatnya, karena masing-masing memiliki tujuan dan hukum yang berbeda.
Niat Puasa Rajab yang Benar
Bagi yang ingin menjalankan puasa Rajab, berikut bacaan niat yang disunnahkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ رَجَبَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa Rajab sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Qadha Ramadhan
Sementara itu, puasa qadha Ramadhan memiliki bacaan niat tersendiri:
نَوَيْتُ صَوْمَ قَضَاءِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma qadha syahri Ramadana lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa qadha bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.”
Tips Menjalankan Kedua Puasa
-
Pisahkan niat: Pastikan niat puasa Rajab dan qadha Ramadhan tidak digabung. Lakukan secara terpisah agar sah dan diterima.
-
Atur jadwal: Bisa dilakukan bergantian, misalnya satu hari untuk qadha Ramadhan, hari lain untuk puasa Rajab.
-
Perbanyak amalan lain: Selain puasa, tingkatkan sedekah, dzikir, dan doa, terutama di bulan yang mulia ini.
Dengan memahami hukum dan niat puasa yang benar, umat muslim bisa menjalankan ibadah dengan maksimal dan mendapatkan pahala yang berlipat di bulan Rajab, sekaligus menyiapkan diri menyambut Ramadhan dengan hati bersih.

