LUMINASIA.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar merilis hasil hisab penentuan awal Bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Berdasarkan perhitungan astronomi untuk 29 Syakban 1447 H atau Selasa, 17 Februari 2026, kriteria wujudul hilal maupun kriteria imkan rukyat (MABIMS) di wilayah Sulawesi Selatan dinyatakan belum terpenuhi.
Dalam dokumen resmi itu dijelaskan bahwa konjungsi atau ijtimak terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 20.01.07 WITA.
Perhitungan mengacu pada lokasi Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar dengan koordinat 05° 10’ 48” LS dan 119° 26’ 24” BT pada ketinggian 180 meter di atas permukaan laut.
Saat matahari terbenam pukul 18.23.59 WITA, tinggi bulan tercatat minus 2° 29’ 52”. Azimut matahari berada pada 257,970°, sedangkan azimut bulan 256,702°. Posisi bulan berada di selatan dan di bawah matahari dengan jarak sudut (elongasi) 1,92°. Umur bulan minus 2 jam 52 menit, dengan waktu bulan terbenam pukul 19.02.11 WITA.
Fraksi iluminasi bulan tercatat 0,01 persen dan lama bulan berada di atas ufuk minus 5 menit 20,4 detik. Kondisi tersebut menunjukkan secara astronomis hilal belum berada di atas ufuk ketika matahari terbenam.
Untuk wilayah Sulawesi Selatan secara umum, ketinggian hilal berkisar antara minus 1° 38,66’ di Patallasang, Kabupaten Takalar, hingga minus 1° 29,11’ di Malili, Kabupaten Luwu Timur.
Dalam kesimpulan disebutkan bahwa kriteria wujudul hilal belum terpenuhi karena hilal masih berada di bawah ufuk. Sementara itu, kriteria imkan rukyat (MABIMS) juga tidak terpenuhi karena tinggi hilal tidak mencapai 3 derajat dan elongasi tidak mencapai 6,4 derajat sesuai ketentuan.
Dalam dokumen tersebut ditegaskan, “Kriteria Wujudul Hilal tidak terpenuhi karena hilal berada di bawah ufuk.” Selain itu disebutkan, “Kriteria Imkanur Rukyat (MABIMS) tidak terpenuhi karena tinggi hilal tidak mencapai 3° dan elongasi tidak mencapai 6,4°.”
BMKG menggunakan sumber data astronomi ELP2000-82B untuk data bulan dan VSOP 87 untuk data matahari dengan algoritma Jean Meeus dalam proses perhitungan.
Penetapan awal Bulan Ramadan 1447 H selanjutnya menunggu keputusan sidang isbat yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab BMKG Wilayah IV Makassar, secara astronomis hilal pada 29 Syakban 1447 H belum memenuhi kriteria penetapan awal Ramadan di wilayah Sulawesi Selatan.

