LUMINASIA.ID, JAKARTA - Astra Honda Motor membekali finalis Astra Honda Motor Best Student (AHM Best Student) 2026 dengan pengetahuan teknologi kecerdasan buatan, kepemimpinan, dan pengembangan diri untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pembekalan diberikan melalui rangkaian bootcamp pada 22–24 September 2026 serta Webinar Inspiratif yang menjadi bagian dari puncak kompetisi pada 21 Oktober 2026.
Dalam kegiatan bootcamp, para finalis mengikuti lokakarya mengenai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi digital secara bertanggung jawab dan cara mengoptimalkannya untuk meningkatkan produktivitas.
Pembekalan ini juga mendorong peserta memahami peluang pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Webinar Inspiratif menghadirkan sesi Leader’s Inspiration bersama Direktur HR, GA, IT & SI Astra Honda Motor, Rita Prajitno. Dalam sesi tersebut, Rita membagikan pengalaman dan wawasan mengenai kepemimpinan, pengembangan potensi diri, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan.
Materi tersebut menekankan pentingnya membangun karakter tangguh dan adaptif agar generasi muda mampu menghadapi perubahan.
Selain itu, peserta mengikuti sesi Inside the Expert Mind bersama Imam Santoso, dosen Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus influencer pendidikan.
Dalam sesi ini, peserta diajak memperkuat kompetensi, menjaga semangat belajar sepanjang hayat, serta mengembangkan gagasan melalui proses pembelajaran dan pengujian.
Rangkaian pembekalan tersebut melengkapi kompetisi AHM Best Student 2026 yang diikuti 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia. Sebanyak 27 peserta terpilih sebagai finalis nasional untuk mempresentasikan inovasi mereka.
General Manager Corporate Communication Astra Honda Motor, Rina Listiani, mengatakan perusahaan ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan kepedulian sosial.
“Kami berharap karya yang dihasilkan tidak berhenti dalam kompetisi, tetapi terus dikembangkan agar berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Rina.
Melalui pembekalan tersebut, para finalis diharapkan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mengembangkan ide, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, dan menghadirkan solusi bagi persoalan di lingkungan sekitar.




