Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Ekonomi

Prabowo Apresiasi TPAKD, Pembiayaan Rp64,85 Triliun Telah Disalurkan kepada 2,28 Juta Debitur

Kamis, 22 Oktober 2026 23:03
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).


LUMINASIA.ID, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi capaian Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Apresiasi tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Dalam forum tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan sejumlah capaian program pembiayaan yang menjangkau jutaan masyarakat.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerja membangun kelembagaan ini,” tutur Prabowo.

Baca: Munafri Arifuddin Hadiri Rakornas TPKAD, Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo soal Akses Keuangan di Makassar

Presiden menyebut penyaluran kredit untuk masyarakat sebagai salah satu capaian yang perlu terus diperkuat. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang menghasilkan peningkatan pendapatan riil dan daya beli keluarga.

“Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, ya. Dan kita juga akan lebih masif lagi,” kata Prabowo.

Dalam laporan OJK, Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir telah menyalurkan Rp64,85 triliun kepada 2,28 juta debitur. Sementara itu, Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas telah menyalurkan Rp5,41 triliun kepada lebih dari 103 ribu debitur.

Presiden juga menyampaikan rencana penyaluran pembiayaan sebesar Rp400 triliun pada tahun mendatang. Pembiayaan tersebut ditujukan bagi petani, nelayan, masyarakat perdesaan, warga di daerah terpencil dan tertinggal, serta masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Prabowo menegaskan bahwa kesejahteraan harus diwujudkan melalui peningkatan penghasilan masyarakat secara nyata dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup.

Baca: OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15 Persen

“Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat, bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK). Lembaga tersebut dibentuk untuk memperkuat koordinasi strategi nasional dalam meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat, termasuk ketahanan keluarga dalam memenuhi kebutuhan, menghadapi guncangan, dan mengelola keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan TPAKD mendukung agenda Asta Cita pemerintah, terutama pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Friderica, TPAKD telah terbentuk di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota dengan total 552 tim. Keberadaan tim tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi pemerintah dan sektor jasa keuangan dalam memperluas pembiayaan produktif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Tags: OJK Otoritas Jasa Keuangan Prabowo

Baca Juga

Sulawesi Selatan Raih Penghargaan TPAKD Terbaik Wilayah Sulawesi dari OJK
Sulawesi Selatan Raih Penghargaan TPAKD Terbaik Wilayah Sulawesi dari OJK
Munafri Arifuddin Hadiri Rakornas TPKAD, Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo soal Akses Keuangan di Makassar
Munafri Arifuddin Hadiri Rakornas TPKAD, Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo soal Akses Keuangan di Makassar
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun dalam Kasus Saham DSSA, BREN, dan CUAN
OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15 Persen
OJK Perkuat Transparansi Pasar Modal, Free Float Minimum Naik Jadi 15 Persen
Usai Didenda OJK Rp1,5 Triliun, DSSA Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
Usai Didenda OJK Rp1,5 Triliun, DSSA Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun
OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Rp2,1 Triliun, Ini Dugaan Pelanggarannya
OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Rp2,1 Triliun, Ini Dugaan Pelanggarannya

Populer

  • 1
    Catatan Shamsi Ali: Bisnis, Sunnah Rasul yang Terabaikan
  • 2
    Pemuda Gowa Lulusan Terbaik Tingkat Universitas di Wisuda ke-47 Unismuh Makassar, Ini Daftar Lengkapn
  • 3
    Kalla Toyota Pamerkan New Rush GR Sport di Toyota Auto Show 2026, Harga Mulai Rp317 Juta
  • 4
    Direktur Utama Pelindo Jasa Maritim Ajak Siswa Mengenal Dunia Kepelabuhanan
  • 5
    Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Bidik Penguatan Inklusi

Ekonomi

  • Sulawesi Selatan Raih Penghargaan TPAKD Terbaik Wilayah Sulawesi dari OJK
    Sulawesi Selatan Raih Penghargaan TPAKD Terbaik Wilayah Sulawesi dari OJK
  • Prabowo Apresiasi TPAKD, Pembiayaan Rp64,85 Triliun Telah Disalurkan kepada 2,28 Juta Debitur
    Prabowo Apresiasi TPAKD, Pembiayaan Rp64,85 Triliun Telah Disalurkan kepada 2,28 Juta Debitur
  • Dari Peternakan, Pemanfaatan Limbah, hingga Konservasi Laut, Ini 7 Program TJSL Pertamina Patra Niaga
    Dari Peternakan, Pemanfaatan Limbah, hingga Konservasi Laut, Ini 7 Program TJSL Pertamina Patra Niaga
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID