Luminasia.id, Makassar - Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar akan memasok tenaga kerja kompeten ke ke Korea Selatan.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan tiga perusahaan dari Korea Selatan Selasa (14/1/2024).
Acara ini berlangsung di Kantor BBPVP Makassar, di Jl Taman Makam Pahlawan, Makassar.
Tak hanya pimpinan perusahaan Korsel, penandatangan ini juga dilakukan dengan pimpinan dari institusi BP3MI dan PT Timuraya Jaya Lestari, serta pimpinan di kampus Patria Artha dan WIra Bhakti Makassar.
Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BBPVP Makassar Dr La Ode Haji Polondu, Kepala Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulsel Dharma Saputra Putra, Rektor Universitas Patria Artha Makassar Dr Bastian Lubis.
Kemudian Dekan Fakultas Saintek Universitas Wira Bhakti Makassar Dr Ir Affandy Agusman Aris, Presiden Direktur PT Timuraya Jaya Lestari Ahmad Faisol.
Lalu CEO Waycro Co Ltd Eunho Kang, CEO CoTS CoLtd Kim Seho, dan CEO Global Bridge Lee Byunghwa.
Dalam kerjasama ini BBPVP Makassar menyelenggarakan pelatihan vokasi dengan jurusan dan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), baik dalam negeri maupun luar negeri.
Khusus untuk mereka yang akan bekerja di Korea Selatan, pelatihan ini dilengkapi dengan pembelajaran bahasa Korea Selatan agar para lulusan siap menghadapi tuntutan pasar tenaga kerja internasional.
Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan turut berperan penting dalam aspek pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja di Korea Selatan.
Dukungan ini mencakup pengawasan dan jaminan keamanan selama proses penempatan dan selama masa kerja di negara tujuan.
Kemudian perguruan tinggi seperti Universitas Patria Artha dan Universitas Wira Bhakti Makassar juga ikut andil dalam upaya ini.
Selain mengarahkan para lulusannya agar mengikuti pelatihan vokasi di BBPVP Makassar, perguruan tinggi ini bersama BBPVP Makassar berperan aktif dalam menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di wilayah binaan BBPVP Makassar.
Diharapkan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran dari APBD untuk mendukung pelatihan vokasi yang bertujuan mempersiapkan calon tenaga kerja di daerah masing-masing untuk bekerja di Korea Selatan.
Lalu PT Timuraya Jaya Lestari Jakarta, sebagai perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI), memiliki peran strategis dalam memfasilitasi penempatan lulusan pelatihan vokasi BBPVP Makassar yang akan bekerja di Korea Selatan.
Kolaborasi ini memastikan proses penempatan dilakukan sesuai dengan regulasi dan kebutuhan perusahaan penerima.
Terakhir tiga perusahaan dari Korea Selatan, yaitu Waycro Co Ltd, CoTS Co Ltd, dan Global Bridge, akan menjadi perusahaan yang mempekerjakan lulusan pelatihan vokasi BBPVP Makassar.
Penempatan ini difasilitasi oleh PT Timuraya Jaya Lestari Jakarta dengan kuota yang telah disepakati.
Kuota tenaga kerja yang akan dikirim ke Korea Selatan secara bertahap adalah 5.000 orang pada tahun 2025, 10.000 orang pada tahun 2026, 15.000 orang pada tahun 2027, 20.000 orang pada tahun 2028, dan 30.000 orang pada tahun 2029.
Total kuota tenaga kerja yang akan diberangkatkan dalam lima tahun mencapai 80.000 orang.Kepala BBPVP Makassar Dr La Ode Haji Polondu menjelaskan penandatanganan ini merupakan upaya membangun kolaborasi pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja lulusan, serta implementasi Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pelatihan vokasi.
“Tugas kami adalah melatih dan memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi serta sertifikasi yang diperlukan. Pelatihan yang kami sediakan gratis, dan kami berharap anak-anak muda memanfaatkan peluang besar ini untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa keran kerja sama dengan Korea Selatan ini membuka peluang besar hingga tahun 2029.
“Mereka membuka kuota hingga 80 ribu tenaga kerja, yang akan direalisasikan secara bertahap mulai tahun 2025. Bidangnya mencakup pertanian, manufaktur, industri perkapalan, dan lainnya,” tuturnya,
Untuk tahun 2025 ini sebanyak 5.000 tenaga kerja akan dikirim ke Korea Selatan, melalui BBPVP.
"Kami akan memastikan program pelatihan sesuai standar, minimal 160 hingga 360 jam, sehingga peserta siap bersaing di pasar global,” tambah La Ode..
La Ode juga menegaskan bahwa kerja sama ini melibatkan perguruan tinggi untuk menyelaraskan keilmuan kampus dengan kebutuhan industri di Korea Selatan.
“Kami berharap pemerintah daerah juga ikut berperan dalam mengoordinasikan para pencari kerja untuk dilatih melalui BBPVP. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran, kemiskinan, sekaligus menjadi sumber devisa negara,” tuturnya.
Sementara Direktur Utama PT Timuraya Jaya Lestari Ahmad Faisol dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas kerja sama ini.
“Sudah banyak tenaga kerja yang kami latih di BBPVP, alhamdulillah mereka memiliki kompetensi dan akhlak yang baik. Terima kasih kepada seluruh delegasi dari Korea Selatan. Kami sangat membutuhkan peluang ini untuk masa depan,” ujarnya.

