Luminasia.id, Makassar - Disaster and Climate Tech Hub (DCT-Hub) menggelar program Green Workforce Accelerator (GWA) pada 22 Mei 2025 di Hotel Ibis Styles Makassar. Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam membangun ekosistem kerja hijau dan mempercepat transisi menuju ekonomi berkelanjutan sejalan dengan target Net Zero Emission Indonesia pada 2060.
Acara ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perwakilan swasta, manajemen Hotel Ibis Styles Makassar, lembaga kebudayaan, British Council, NGO asal Australia, pelaku usaha, hingga LSM yang berbasis di Makassar.
Kolaborasi ini menegaskan pentingnya sinergi antar sektor untuk menciptakan ketahanan iklim dan membangun SDM hijau di tingkat lokal maupun nasional.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda penting seperti pemaparan teknis dan proyek-proyek DCT-Hub, workshop pemetaan peran mitra, pengenalan program pelatihan unggulan Certified Carbon Specialist Belt (C-BELT) dan Career Bootcamp (B-CAMP), serta sesi speed networking dan showcase proyek-proyek desain hijau dan produk ramah lingkungan.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam pengembangan talenta hijau Indonesia.
Green Workforce Accelerator sendiri merupakan program unggulan DCT-Hub yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja hijau, menjembatani dunia pendidikan dan industri berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, DCT-Hub juga memperkenalkan dua subprogram strategis yakni C-BELT sebagai skema sertifikasi untuk spesialis karbon, dan B-CAMP yang menjadi wadah inkubasi karier serta pelatihan kesiapsiagaan bagi peserta dari berbagai latar belakang profesi.
Executive Director DCT-Hub Indonesia Chapter, Cakra Achmad, menekankan bahwa transformasi tenaga kerja menuju arah hijau sudah menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda.
Ia menyebutkan bahwa permintaan global terhadap green jobs meningkat tajam. Mengacu pada data International Labour Organization (ILO) dan McKinsey, diprediksi lebih dari 100 juta pekerjaan hijau akan tercipta secara global pada tahun 2050, dengan sekitar 30 juta di Asia Tenggara hingga 2060.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa, terutama di sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik, yang diproyeksikan menciptakan lebih dari empat juta lapangan kerja hingga 2040. Inilah saatnya kita siapkan generasi muda yang unggul dan adaptif dengan pelatihan serta jejaring lintas sektor seperti yang dibangun DCT-Hub,” kata Cakra dalam sambutannya.
Dengan dukungan dari mitra global dan lokal, DCT-Hub membuka peluang kolaborasi lebih luas bagi akademisi, aktivis, aparatur sipil negara, pelaku industri, hingga mahasiswa untuk bersama-sama membangun masa depan kerja yang tangguh dan berkelanjutan.

