LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menjadi tuan rumah Workshop Akreditasi Internasional Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi lingkup Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Kegiatan yang berlangsung dua hari, 19–20 Agustus 2025 di Hotel Aryaduta Makassar, ini, menghadirkan pakar akreditasi nasional dan internasional.
Workshop dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mohammad Adam Jerusalem, ST., SH., MT., Ph.D.
Turut hadir Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, Wakil Rektor I Prof. Andi Sukri Syamsuri, Wakil Rektor II Dr. Ihyani Malik, Wakil Rektor IV Dr. Burhanuddin, serta Ketua Asosiasi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan Muhammadiyah (APKKM), Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Hj. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), menjelaskan jumlah fakultas kedokteran di PTMA kini telah berkembang menjadi 20, meningkat dari 12 fakultas pada periode sebelumnya.
“Kita menargetkan berdirinya 30 fakultas kedokteran di PTMA, dengan catatan kualitas terus diperbaiki, seperti yang kita lakukan melalui workshop ini,” ujar Suryani.
Workshop ini diikuti 30 peserta dari sembilan PTMA yang berstatus akreditasi Unggul, A, atau Baik Sekali.
Mereka mendapat bimbingan teknis penyusunan dokumen akreditasi sekaligus berbagi pengalaman praktik akreditasi internasional.
Rektor Unismuh Makassar, Abdul Rakhim Nanda, menegaskan keberadaan PTMA dalam jejaring Diktilitbang PP Muhammadiyah merupakan keunggulan besar.
“Kolaborasi ini membuat perguruan tinggi negeri pun kadang merasa iri, karena kita lebih cepat mendapat informasi dan pendampingan intensif.
Hal itu mendorong percepatan keunggulan secara eksponensial,” katanya.
Ia menambahkan, menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional ini memberi motivasi tersendiri bagi Unismuh.
“Sejak berdiri tahun 2008, FKIK Unismuh sudah menorehkan banyak prestasi, mulai dari akreditasi A hingga akreditasi internasional ASIIN. Bahkan empat kali berturut-turut 100 persen peserta UKMPPD lulus. Kami ingin Fakultas Kedokteran Unismuh menjadi penggerak pengembangan kedokteran Muhammadiyah di Indonesia,” jelas Rakhim.
Sementara itu, Mohammad Adam Jerusalem menekankan bahwa akreditasi internasional merupakan langkah strategis memperkuat daya saing pendidikan kedokteran Muhammadiyah di pentas global.
“Akreditasi tidak bisa instan. Harus dipersiapkan sejak awal, baik dari kurikulum, manajemen mutu, hingga jejaring internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, PTMA kini memiliki keunggulan kompetitif sekaligus komparatif.
“Dulu para pendahulu Muhammadiyah ditertawakan saat ingin mendirikan perguruan tinggi dan rumah sakit.
Tapi kini justru menopang bangsa dengan 163 perguruan tinggi dan 126 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Itu modal besar kita untuk menuju pengakuan internasional,” kata Adam.
Pada hari pertama, Prof. Suryani As’ad memaparkan pengalaman akreditasi internasional.
Malam harinya dilanjutkan sosialisasi instrumen akreditasi LAM-PTKes oleh dr. Sudirman Katu, Sp.PD, K-PTI, FINASIM.
Hari kedua diisi bimbingan teknis pengisian instrumen akreditasi oleh Prof. Dra. Setyowati, M.AppSc., Ph.D.
Dilanjutkan materi persiapan dokumen evaluasi diri dari Prof. Dr. dr. Dwiyana Ocviyanti, Sp.OG(K)., MPH.
Peserta juga mendapat pendampingan langsung dari sejumlah profesor dan praktisi kedokteran senior.
Melalui kegiatan ini, Unismuh Makassar meneguhkan posisinya sebagai pusat rujukan pendidikan kedokteran Muhammadiyah di Indonesia.
Sekaligus memperkuat langkah menuju akreditasi internasional dan daya saing global

