Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Olahraga

Perusahaan Kapal Belanda Terbukti Lakukan Diskriminasi, Pelaut Indonesia dan Filipina Berpeluang Tuntut Kompensasi

Senin, 8 September 2025 16:12
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
dari kiri ke kanan: Michael de Castro (pengacara dari Filipina), Sarah Stapel (pengacara dari Belanda), Bremi A. Lawendatu (pelaut asal Indonesia), Maxime Eljon (pengacara dari Belanda), Rolan F. Garrido (pelaut asal Filipina), Frank Peters (pengacara dari Belanda), Gede Aditya Pratama (pengacara dari Indonesia), dan Kees van Ast (Yayasan Equal Justice Equal Pay) berfoto di depan Institut Hak Asasi Manusia Belanda

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Institut Hak Asasi Manusia Belanda di Utrecht memutuskan bahwa dua perusahaan kapal Belanda terbukti melakukan diskriminasi upah terhadap pelaut asal Indonesia dan Filipina.

Putusan yang dibacakan pada 18 Agustus 2025 itu menilai kedua pelaut menerima penghasilan jauh lebih rendah dibandingkan pelaut asal Eropa meski mengerjakan pekerjaan yang sama di kapal berbendera Belanda.

Dalam pertimbangannya, Institut HAM Belanda menegaskan perbedaan upah tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan dampak ekonomi bagi pemilik kapal maupun berdasarkan hukum internasional.

“Jika alasan finansial dijadikan pembenaran, maka aturan kesetaraan perlakuan akan kehilangan signifikansinya,” demikian bunyi putusan tersebut.

Dampak bagi Industri Pelayaran

Kasus diskriminasi ini dinilai berdampak luas karena selama bertahun-tahun ribuan pelaut Indonesia dan Filipina bekerja dengan upah lebih rendah dibanding rekan Eropa mereka.

Putusan tersebut membuka peluang untuk menuntut kompensasi atas kekurangan pembayaran sekaligus mendorong penghapusan kesenjangan upah di masa depan.

Yayasan Equal Justice Equal Pay, organisasi yang mendampingi perkara ini, menyatakan ribuan pelaut telah menyatakan minat bergabung dalam tuntutan kompensasi. “Kami berharap para pemilik kapal Belanda menghormati putusan ini. Sudah saatnya diskriminasi berdasarkan kebangsaan atau ras diakhiri. Jika tidak, kami akan menempuh jalur hukum,” tegas yayasan itu dalam keterangan resminya.

Latar Belakang Kasus

Sejak lama, perusahaan pelayaran Belanda mempekerjakan pelaut Indonesia dan Filipina dengan gaji lebih rendah dan beban kerja lebih berat, praktik yang bahkan pernah disetujui pemerintah Belanda.

Pada 2023, seorang pelaut Indonesia dan seorang pelaut Filipina mengajukan permohonan ke Institut HAM Belanda untuk menyatakan adanya diskriminasi.

Sidang berlangsung pada Oktober 2024 dan Januari 2025. Perusahaan diduga melanggar Undang-Undang Kesetaraan Perlakuan Umum Belanda dengan membayar pelaut Asia lebih rendah daripada pelaut Eropa. Kedua pelaut itu mendapat dukungan penuh dari Yayasan Equal Justice Equal Pay.

Dalam proses hukum, yayasan ini bekerja sama dengan firma hukum Rubicon Impact & Litigation di Belanda, Gede Aditya & Partners di Indonesia, serta Leflegis Legal Services di Filipina. Pengacara Gede Aditya Pratama menegaskan, pelaut lain yang mengalami diskriminasi masih bisa bergabung melalui situs resmi yayasan di www.seafarersclaim.com/register.

Tags: Belanda pelanggaran HAM Indonesia

Baca Juga

Nahkodai DMI Gowa, Talenrang Targetkan Tata Kelola Masjid Lebih Profesional
Nahkodai DMI Gowa, Talenrang Targetkan Tata Kelola Masjid Lebih Profesional
Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
Tukar Uang Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar Online via pintar.bi.go.id Mulai 13 Februari
Tukar Uang Lebaran 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftar Online via pintar.bi.go.id Mulai 13 Februari
Jumat Bersih Serentak, Pemkab Gowa Libatkan TNI-Polri Hingga RT/RW
Jumat Bersih Serentak, Pemkab Gowa Libatkan TNI-Polri Hingga RT/RW
Hadiri Harlah JMSI ke-6, Wamen HAM Tekankan Pers Bukan Sekadar Penyampai Informasi
Hadiri Harlah JMSI ke-6, Wamen HAM Tekankan Pers Bukan Sekadar Penyampai Informasi
Ini Jalannya Pertandingan Futsal Indonesia vs Iran, Kalah Dramatis Usai Adu Penalti
Ini Jalannya Pertandingan Futsal Indonesia vs Iran, Kalah Dramatis Usai Adu Penalti

Populer

  • 1
    Birmingham City vs Leeds United: Duel Klub Milik Investor Amerika di FA Cup 2026, Sentuhan Tom Brady vs 49ers Enterprises
  • 2
    Oviedo Andalkan Kandang untuk Bertahan, Bilbao Uji Konsistensi di Tengah Tren Kebobolan
  • 3
    Udinese vs Sassuolo 1-2: Lauriente dan Pinamonti Bawa Sassuolo Comeback di Bluenergy Stadium
  • 4
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 5
    Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan

Ekonomi

  • SPJM Mantapkan Rencana Ekspansi Bisnis 2026
    SPJM Mantapkan Rencana Ekspansi Bisnis 2026
  • Kalla Toyota Borong 73 Penghargaan di Toyota Dealer Convention 2026, Tana Toraja Kembali Raih Outlet of The Year
    Kalla Toyota Borong 73 Penghargaan di Toyota Dealer Convention 2026, Tana Toraja Kembali Raih Outlet of The Year
  • Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Tembus Rp 2,94 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Tembus Rp 2,94 Juta

Peristiwa

  • IKA Spensab Sepakati Mubes ke-2 Digelar Akhir Maret 2026
    IKA Spensab Sepakati Mubes ke-2 Digelar Akhir Maret 2026
  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID