Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Opini

Lokakarya Film Dokumenter Digelar di Rumata Makassar

Sabtu, 4 Oktober 2025 02:25
Editor: Luminasia.id
  • Bagikan
Peserta meminta tanda tangan sutradara

Luminasia, Makassar, 3 Oktober 2025 - Program spesial Merekam Realita, Merangkai Sinema yang digelar di Makassar oleh Rumah Dokumenter Klaten bekerja sama dengan Rumata’ Artspace dan Makassar Screen, serta didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, telah berlangsung sejak Jumat, 3 Oktober 2025.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan diskusi buku pada sore hari yang membahas kompleksitas perfilman dokumenter di Indonesia. Diskusi menyinggung berbagai tantangan, mulai dari upaya menjaga idealisme kreatif, keterbatasan pasar, hingga pentingnya representasi kelompok minoritas dalam karya dokumenter. Diskusi ini dimoderatori oleh Della Arlinda Birawa, lulusan Antropologi Universitas Hasanuddin yang aktif bergiat di Antropos Indonesia dan pernah terlibat dalam penelitian industri film Makassar bersama komunitas SINERIA.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta, Dian Aditya Ning Lestari (Diku), seorang aktivis gender, menanyakan bagaimana konsep gender direpresentasikan dalam perfilman. Menanggapi hal tersebut, pembicara, Tonny Trimarsanto, menyampaikan, “memang perlu ada keseimbangan idealisme film dan pasar, tapi saya seringkali membahas minoritas gender seperti transpuan dalam film saya.”

Tonny Trimarsanto sendiri adalah salah satu sineas dokumenter paling konsisten di Indonesia. Sejak tahun 1990-an, ia menghasilkan berbagai film dokumenter yang menyoroti isu-isu sosial, politik, dan kemanusiaan, termasuk kelompok marginal yang jarang mendapat ruang di media arus utama. Ia mendirikan Rumah Dokumenter di Klaten sebagai pusat produksi sekaligus pelatihan, yang melahirkan banyak generasi baru pembuat film dokumenter.

Pada malam harinya, publik Makassar menikmati pemutaran film dokumenter Under the Moonlight. Film ini menggambarkan kehidupan di sebuah pesantren di Yogyakarta yang seluruh murid dewasanya adalah transgender. Pesantren tersebut menjadi ruang aman bagi mereka untuk hidup sesuai dengan keinginan, meskipun dunia luar penuh dengan kekerasan. Pemutaran film ini dimoderatori oleh Feby Ardiatri Pasangka, lulusan Jurnalistik Universitas Hasanuddin yang berprofesi sebagai peneliti, fotografer, sekaligus pembuat film dokumenter dengan fokus pada isu-isu budaya di wilayah Indonesia Timur. Feby aktif memproduksi karya visual yang merekam dinamika sosial masyarakat Sulawesi Selatan.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi setelah film, aktivis Bissu asal Sulawesi Selatan, Eman, turut menyampaikan kegelisahannya. Ia menekankan bahwa “kaum minoritas gender tidak berkembang karena stigma dan institusi yang tidak memberi ruang.” Sebagai seorang Bissu, Eman telah lama aktif memperjuangkan ruang aman bagi kelompok minoritas gender di Sulawesi Selatan dan menggunakan panggung budaya sebagai sarana advokasi. Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran film dokumenter sebagai medium untuk membuka ruang dialog mengenai isu-isu sosial yang kerap terpinggirkan.

Acara akan berlanjut pada Sabtu, 4 Oktober 2025, dengan lokakarya eksklusif film dokumenter yang dilaksanakan di Galeri Rumata’ Artspace, Jalan Bontonompo No. 12A, Gunung Sari, Makassar. Lokakarya ini berlangsung pukul 13.00 hingga 18.00 WITA, terbatas hanya untuk 20 peserta terpilih melalui seleksi ide cerita.

Rumata’ Artspace, yang menjadi tuan rumah acara ini, merupakan pusat kebudayaan independen di Makassar yang didirikan oleh sineas Riri Riza dan novelis Ayu Utami. Sejak berdiri, Rumata’ aktif menjadi ruang pertemuan seniman, penulis, dan pembuat film, sekaligus mendorong lahirnya karya-karya baru dari generasi muda. Melalui program pemutaran film, festival, lokakarya, hingga diskusi lintas disiplin, Rumata’ telah berperan penting dalam mengembangkan ekosistem seni dan perfilman di Indonesia Timur.

Dengan terselenggaranya rangkaian program ini, Makassar diharapkan semakin memperkuat peran sebagai ruang dialog budaya dan sinema, serta menjadi wadah kreatif bagi para pegiat film dokumenter di Indonesia Timur.

Tags: Rumata

Baca Juga

Program Magang Rumata' Artspace: Sesi Belajar dan Refleksi Seni bagi Profesional di Makassar
Program Magang Rumata' Artspace: Sesi Belajar dan Refleksi Seni bagi Profesional di Makassar
Peluncuran Kamus Digital Bahasa Makassar, Dorong Generasi Muda Bangun Pendidikan Multibahasa
Peluncuran Kamus Digital Bahasa Makassar, Dorong Generasi Muda Bangun Pendidikan Multibahasa
Merekam Realita, Merangkai Sinema Usai dengan Lokakarya di Makassar
Merekam Realita, Merangkai Sinema Usai dengan Lokakarya di Makassar

Populer

  • 1
    Huawei WATCH FIT 5 Pro Resmi Hadir, Usung Layar 3.000 Nits dan Fitur Selam hingga 40 Meter
  • 2
    OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset
  • 3
    Pertamina Gelar Program Manajemen Stres dan Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
  • 4
    Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
  • 5
    Turnamen Free Fire AXIS CUP 2026 Kembali Hadir di 88 Kota dengan Hadiah Rp100 Juta

Ekonomi

  • XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
    XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
  • Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
    Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
  • OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset
    OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset

Peristiwa

  • BGN Perkuat Program MBG di Maluku, Libatkan UMKM hingga Nelayan untuk Dorong Ekonomi Lokal
    BGN Perkuat Program MBG di Maluku, Libatkan UMKM hingga Nelayan untuk Dorong Ekonomi Lokal
  • Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Warga AS dan Prancis Positif Usai Dipulangkan
    Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Warga AS dan Prancis Positif Usai Dipulangkan
  • Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
    Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID